a
Widget Image
Siswa SMKN 1 Malingping dan GPMPP melakukan aksi unjuk rasa kerusakan jalan Simpang-Beyeh, Selasa (28/4/2015)

Puluhan SMKN 1 Malingping Rela Bolos Demi Jalan Rusak

Siswa SMKN 1 Malingping dan GPMPP melakukan aksi unjuk rasa kerusakan jalan Simpang-Beyeh, Selasa (28/4/2015)

Siswa SMKN 1 Malingping dan GPMPP melakukan aksi unjuk rasa kerusakan jalan Simpang-Beyeh, Selasa (28/4/2015)

MALINGPING, BANPOS – Puluhan masyarakat, mahasiswa dan pelajar SMKN 1 Malingping yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Masyarakat Peduli Pendidikan (GPMPP) melakukan aksi unjuk rasa terkait jalan simpang Bayah yang rusak parah. Mereka menuding jika kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh aktivitas Batching Plant PT Bangun Beton (BB) yang lokasinya bersebelahan dengan SMKN 1 Malingping.

Puluhan pelajar ini rela tidak sekolah demi melakukan aksi turun kejalan untuk menyuarakan keluhan karena terganggunya kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka.

Mohamad Iyos Rosyid dari GMPP meminta, pihak PT BB segera menghentikan operasi industri batching plant yang selama ini mengganggu aktivitas KMB SMKN dan mengakibatkan kerusakan jalan Sinpang Bayah.

“Kami menuntut PT Bangun Beton untuk meninjau ulang keberadaannya di lokasi tempat pendidikan, dan kami minta agar waktunya diatur dan memperhatikan lingkungan sekitar, apalagi jalan disini telah rusak parah akibat armada industri,” ujarnya.

Selain itu, mereka pun juga menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar segera memperbaiki kerusakan jalan Simpang-Bayah sebagai jalur pilihan alternatif di Malingping.

Aksi tersebut berakhir setelah pihak GPMPP bertemu dengan perwakilan PT BB. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyepakati tiga point antara lain aktivitas angkut batching plant harus berhenti pada pukul 7.30 – 13.00 Wib, pihak perusahaan harus berkontribusi pada siswa tidak mampu dan mensuport siswa SMKN 1 Malingping yang berptrestasi dan pihak industri harus beretika kepada sekolah, siswa guru dan masyarakat dan menjaga lingkungan dari kebisingan.

Sementara perwakilan dari PT BB, Dedi Suhendri selaku tim support batching plant tersebut, saat dijumpai BANPOS mengatakan, bahwa pihaknya akan mengakomodir permintaan dari para siswa SMK yang melakukan aksi demo itu. Menurut dia, selama ini pihaknya selama ini sudah melakukan berbagai pendekatan koordinasi dengan pihak sekolah.

“Ya, kami pada dasarnya selalu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, dan sellau menawarkan banyuan yang bisa kami berikan,” ujar Dedi.

Terkait kerusakan ruas jalan Simpang-Bayah yang kondisinya rusak parah oleh lalu lintas armada batching plant PT BB, Dedi menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini sudah memberikan bantuan material skrop dan beton untuk pemeliharaan jalan tersenbut. Bahkan, sejak awal bantuan dari PT BB itu kalau dihitung kalkulasi sudah lebih dari ratusan kubik.

“Untuk pemeliharaan jalan Simpang-Beyeh, selama ini kami tidak pernah tinggal diam, bahkan sampai sekarang kami selalu melakukan penambalan pada jalan rusak, material dan semen beton pun kalau di hitung mungkin lebih 400 kubik yang diberikan,” pungkasnya. (CR-1)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment