a
Widget Image

PT Chandra Asri Mengelak, Wali Kota Cilegon Geram

CILEGON, BANPOS – Dugaan kebocoran gas hydrocarbon PT Chandra Asri Petrochemical yang berada di Kecamatan Ciwandan, mendapat reaksi dari Wali Kota Cilegon, Tb Iman Ariyadi. Bahkan, dalam waktu dekat Tb Iman Ariadi akan segera memanggil Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon untuk mempertanyakan masalah yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

“Saya akan panggil Kepala LH, pak Epud. Untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi,” ungkapnya, Selasa (12/5/2015).

Iman menegaskan, kodisi tersebut semestinya tidak perlu terjadi, apalagi bila telah dikeluhkan oleh masyarakat. ia meminta agar semua pihak dapat melakukan upaya antisipasi supaya tidak mengganggu kenyamanan masyarakat terlebih dampak dari kondisi itu berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat baik secara jangka pendek dan jangka panjang.

“Yang pasti harus diantisipasi kebocoran gas itu, jangan sampai berdampak kepada masyarakat dan lingkungan. Namanya mesin atau pipa pasti ada rusaknya, yang penting kan harus cepat diantisipasi,” katanya.

Sementara itu, Camat Ciwandan, Junaedi membenarkan adanya gangguan pencemaran lingkungan lewat polusi udara bau menyengat yang ditimbulkan oleh kebocoran gas Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical. Bahkan pihak Perusahaan, Lanjut Camat, telah mengetahui kebocoran gas yang terjadi.

“Biasanya Chandra, kalau pabrik sedang trouble pasti dikasih tahu, cuman kali ini pihak perusahaan tidak mengetahui (bau menyengat), malah tahunya setelah bocor,” terangnya.

Dia memaparkan, kebocoran gas tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan yang ada di sekitar pabrik, bahkan pencemaran dugaan kebocoran gas itu telah hampir mempengaruhi aktivitas warga di seluruh Kelurahan di Kecamatan Ciwandan.

“Hampir semua kelurahan mencium bau menyengat itu, mulai dari ujung di kepuh, gunung sugih, ramdakari sampai juga di tegal ratu kena dampak itu,” tandasnya.

Sementara itu, pihak PT Chandra Asri Petrochemical terus mengelak dengan adanya dugaan kebocoran gas hydrocarbon yang terdapat disalah satu area pabriknya.

Community Relation PT Chandra Asri Petrochemical, Pompi Riana terkesan mengelak dan enggan menjawab pertanyaan media terkait adanya dugaan kebocoran gas. Bahkan, permasalahan kasus tersebut telah diserahkan sepenuhkan kepada lembaga berwenang, yakni BLH Kota Cilegon untuk melakukan investigasi kebocoran itu.

“Kalau masalah itu, tadi saya sudah meeting banyak dengan BLH. Silakan tanya saja ke BLH, jadi BLH sudah tahu kondisi dilapangan seperti apa, biar BLH yang menjelaskan semua,” terangnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (12/5/2015).

Tak hanya itu, Pompi juga terus berkelit saat dikonfirmasi terkait gas yang tergolong karena dugaan kebocoran yang terjadi dikategorikan sebagai gas yang membahayakan atau beracun.

“Kurang tahu jelas pak, bisa ditanyakan ke LH saja Pak,” katanya.

Sementara itu, Kepala BLH Cilegon, Epud Syaefudin, yang dikonfirmasi belum dapat mengetahui hasil dari pertemuan yang dilakukan oleh tim LH saat melakukan investigasi di Pabrik Chandra Asri.

“Saya ini lagi ada acara keluar kota, tapi saya juga belum dapat laporan dari tim. Nanti saya kontak dulu, supaya tahu hasil konkrit pertemuannya tadi,” pungkasnya. (NAL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment