a
Widget Image
PROYEK LAND MARK (3)

Landmark dipastikan Selesai September

PROYEK LAND MARK (3)CILEGON, BANPOS – Pembangunan landmark kota yang berada di Simpang Tiga Cilegon dipastikan akan selesai pada pertengahan September mendatang. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Telagamas Semesta Raya, Noviar Saswanda saat ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (19/6/2015) kemarin.

Noviar menyatakan, meskipun pengerjaan proyek senilai Rp3,3 miliar tersebut bersamaan dengan momentum puasa dan hari lebaran, ia tetap optimis jika landmark dapat selesai sesua dengan waktu yang ditentukan.

“Proyek sudah mulai sejak 27 Mei baru efektif 5 Juni ini. Ada kemungkinan bisa sampai pertengahan bulan September karena bertepatan dengan momen lebaran.
Kalaupun ada buruh yang libur nanti saat lebaran,  kita usahakan untuk dipercepat, kalau memang tidak bisa tepat waktu, kita minta adendum nanti,” ungkapnya.

Noviar menjelaskan, pekerjaan yang dilaksanakan bukan berarti tanpa kendala teknis yang dialami. Salah satunya keberadaan kabel PLN dan pipa di bawah dasar landmark. Padahal di lokasi tersebut akan dipasang tiang bos dengan kedalaman 9 meter.

“Memang ada kendala di bawah itu, ada kabel listrik dan pipa-pipa. Tapi sebelum mulai proyek kita sudah koordinasikan hal ini dengan Dinas Tata Kota dan PLN soal itu. Sekarang kita sedang persiapan untuk memasang tiang bor nya, baru memasang bangunan kosntruksinya,” terangnya.

Dalam masterplan pembangunan landmark itu, sambung Noviar, akan dibuat taman yang memutari tugu. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pemandangan Kota Cilegon dari atas tugu itu dengan ketinggian konstruksi 25 meter yang mampu menampung hingga 10 orang diatas tugu tersebut.

Terkait kondisi jalan yang rusak, Kepala DTKCilegon, Azis Setia Ade mengatakan, perbaikan jalan rusak tersebut menjadi tanggung jawab Kementerian PU dan Pemprov Banten, karena dikategorikan sebagai jalan nasional. Meski demikian, untuk memperlancar lalu lintas dan kenyamanan masyarakat, pihaknya telah menganggarkan  dalam anggaran pembangunan proyek untuk penambalam jalan.

“Jalan itu pengelolanya ada tiga. Untuk dari Cilegon ke Anyer itu tanggungjawab Satker PU wilayah 1, kemudian dari Cilegon ke Merak jadi tanggungjawab wilayah 2. Sementara dari Sumampir ke kota, itu tanggung jawab provinsi. Tapi untuk memperlancar ini semua, perbaikan jalan kita masukan dalam anggara proyek pembangunan itu. Nanti, Setelah proyek selesai baru diperbaiki. Anggaran sudah termasuk pekerjaan taman,” tuturnya.

Azis juga mengimbau, agar perusahaan yang melaksanakan proyek dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktunya. Bila perlu, pekerjaan persiapan pemasangan kosntruksi rangka baja bisa dilakukan bersamaan dengan persiapan di lapangan.

” Sebenarnya banyak faktor non teknis, termasuk kondisi pekerjaan bertepatan masuk bulan puasa dan lebaran. Paling tidak, ada dua pekerjaan yang dapat dilakukan bersama, pemasangan konstruksi baja-bajanya di set up di luar, seiring persiapan juga dilakukan di lapangan agar proyek bisa cepat selesai,” pungkasnya.(NAL/ZAL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment