a
Widget Image
Ilustrasi

Usulan Kurdi Jadi Komisaris, Tak Dibahas dalam RUPS BJB

Ilustrasi

Ilustrasi

SERANG, BANPOS – Langkah panjang, Sekda Banten Kurdi Matin untuk menjadi salah satu komisaris di Bank BJB masaih panjang, meskipun saat ini Kurdi Martin telah mengantongi sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dinyatakan berkompeten.

Kepala DPPKD Banten, Wahyu Wardana mengungkapkan, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BJB pada akhir bulan Mei lalu, tidak membahas masalah usulan Komisaris BJB dari Pemprov Banten. “RUPS BJB tanggal 29 Mei lalu, tidak membahas masalah penentuan komisaris baru, tetapi hanya ada pelantikan Pak Agus sebagai Direktur BJB,” ungkapnya, Kamis (4/6/2015)

Wahyu mengaku, pengusulan dan penentuan komisaris BJB dari pemprov belum dapat diketahui kepastiannya. Pasalnya, jadwal RUPS BJB sepenuhnya kewenangan dari bank tersebut. “Saya belum tahu, kapan pembahsan Komisaris baru BJB dibahas dan ditentukan, semuanya tergantung dari pihak BJB nya,” imbuhnya.

Terpisah, Sekdaprov Banten Banten, Kurdi Matin mengakui, dalam RUPS BJB tidak membahas masalah komisaris baru. “Iya, di jajaran Komisaris BJB banyak yang kosong, Pak Ruki (Taufiqurahman Ruki,red) sekarang menjabat sebagai Plt Pimpinan KPK, dan komisaris dari Jabar, beberapa bulan lalu juga meninggal dunia, sampai sekarang belum ada penggantinya,” jelasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya Plt Gubernur Banten, Rano Karno telah mengusulkan dan mendorong Kurdi Matin untuk menjadi salah satu komisaris Bank BJB. (RUS)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment