a
Widget Image
IMG_0208

Hak Pejalan Kaki Dirampas PKL, Warga Serang Mengeluh

IMG_0208

Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Diponogoro Kota Serang, mendirikan lapak diatas trotoar

SERANG, BANPOS – Pejalan kaki mengeluhkan dengan keberdaan lapak pedagang kaki lima (PKL) diatas trotoar di Jalan Diponogoro Kota Serang, pasalnya dapat membahayakan pejalan kaki dan pengendara kendaraan.

Berdasarkan pantuan bantenpos.co, lapak dagangan semi permanen yang menajjakan pembuatan plat nomor kendaraan berdiri diatas trotoar tepatnya dari perempatan Pocis hingga belakang kantor Bupati Serang, pejalan kaki yang melintas pun mesti mengalah untuk turun dari trotaoar dan berjalan di badan jalan sehingga dapat membahayakan warga.

Salah seorang pejalan kaki Jordi mengaku terganggu dengan adanya pedagang plat nomor yang sejak lama sudah berdiri namun tidak ada tindakan dari petugas baik Satpol PP Kota Serang maupun dari dinas terkait, padahal selian merusak keindahan kota, dapat juga membahayakan pengendara serta pejalan kaki.

“Pastinya terganggu, kita terpaksa harus mengalah turun ke jalan raya sedangkan jalan ini (Jalan Diponegoro) kan ramai mobil sama motor yang lewat,” keluhnya

Bahkan warga lainnya, Doni berharap pemerintah menertibkan dan mengambil tindkan tegas terlebih bangunan semi permanen tersebut tepat di belakang Pusat Pemerintahahan Kabupaten Serang.

“Harus nya jangan didiamkan saja, ini kan sudah lama, jadi mereka (Pedagang) ngerasa punya sendiri, dan bebas membangun lapaknya tanpa memikirkan pejalan kaki,” tegasnya.

Sementara itu, berdarsakan UU no.22 tahun 2009 pasal 13 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.

Selain itu, di Peraturan Daerah  Kota Serang pun sudah mengaturnya, terdapat dalam Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Keindahan, Ketertiban dan Keamanan (K3). (CR-8/R3)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment