a
Widget Image
ilustrasi kolusi, ilustrasi koruptor

Bappedas Desak Bupati Pandeglang Copot Jabatan Kadistanak

ilustrasi kolusi, ilustrasi koruptor

Ilustrasi

PANDEGLANG, BANPOS – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Barisan Pemuda Penggiat Demokrasi dan Anti Korupsi (Bappedas) Banten, melakukan aksi ujuk rasa ditiga titik di Pandeglang, yakni didepan kantor Distanak, Tugu Jam dan Gedung DPRD Pandeglang, Jumat (6/11/2015).

Dalam aksinya, mereka mendesak kepada Bupati Padegalng, Erwan Kurtubi dan DPRD Pandeglang, untuk segera mencopot jabatan Kepala Distanak Pandeglang, Wowon Dirman. Sebab, Bappedas menilai, jika Wowon Dirman dinilai telah melakukan penyalahgunaan program Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) dari Kementrian Pertanian (Kementan) yang diperuntukkan kepada sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Pandeglang.

Juru Bicara (Jubir) Bappedas Banten, Ahmad Matin mengatakan, dalam program UPPO dari Kementrian pertanian, mulai dari tahun 2013 hingga 2015 telah disalahgunakan oleh oknum Distanak Pandeglang. Pihaknya juga menduga, jika Distanak Pandeglang telah melakukan pemotongan dana sebesar 20 persen kepada Poktan yang menerima program UPPO tersebut.

Tidak hanya itu, untuk pengadaan barang pun seperti pengadaan hewan ternak dan mesin kompos, semuanya dilakukan oleh pihak Distanak Pandeglang. Padahal, sambuung dia, program tersebut seharusnya dikelola sepenuhnya oleh Poktan, baik untuk pengadaan barang maupun hal-hal lainnya.

“Kami mendesak kepada Bupati dan DPRD Pandeglang, untuk mencopot jabatan Kadistanak ini, karena kami menduga, bahwa telah melakukan tindakan penyelewengan terhadap program UPPO di Pandeglang. Bahkan disinyalir telah melakukan pemotongan dana serta melakukan pengadaan barang pada program UPPO itu sendiri,” teriaknya dalam orasi saat aksi berlangsung.

Sementara itu, koordinator aksi Bappedas Banten, Ajat Al-Faruk mengatakan, bahwa program UPPO itu merupakan upaya pemerintah dalam mendukung petani dalam kemandirian mengembangkan pupuk organik dengan harapan, para petani dapat memproduksi dan menggunakan pupuk organik secara optimal.

Sayangnya, lanjut dia, program tersebut disalah gunakan oleh pihak Distanak Padeglang dengan memanfaatkan para petani untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri. “Ini sudah menjadi tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Distanak Pandeglang, maka dari itu kami meminta aparat hukum segera mengusut kasus ini,” imbuhnya. (CR-3/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment