a
Widget Image
salah tangkap, wartawan banten pos korban salah tangkap

Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Wartawan BANTEN POS Disekap Hingga Subuh

SERANG, BANPOS – Yogi Iskandar, salah seorang reporter BANPOS diduga jadi korban salah tangkap, pada Jumat (29/1/2016) dinihari. Dia diciduk sejumlah orang berpakaian preman, saat tertidur di Musala SPBU Palima sekitar pukul 02.00 dinihari.

Ia baru dilepaskan sekitar pukul 14.30 WIB, di Hotel Wanda Galuh Palima, setelah sebelumnya dia disekap dengan kondisi mata korban dilakban dan tangannya diikat ke belakang hampir tiga jam lamanya.

Peristiwa nahas yang dialami Yogi bermula ketika pada Kamis (28/1/2016) sekitar pukul 22.00 WIB korban menunggu kawannya untuk pulang bareng kearah Pandeglang, selepas melakukan tugas peliputan di wilayah Serang.

“Saya mampir ke Alfamart Palima, saya parkirkan motor di sana. Karena handphone habis baterai lalu saya ke musala untuk ngecas. Saya minum kopi di nenek Rukmini, penjual kopi yang mangkal di teras musala sekitar jam setengah sebelas,” katanya, Jumat (29/1/2016).

Dirinya menceritakan, sekitar pukul 00.00 WIB dini hari, nenek Rukmini, yang pernah menjadi narasumber di BANPOS ini pulang. Lalu dirinya masuk musala bergabung dengan dua orang yang berpakaian seperti santri, yang tengah tertidur. Tidak terasa Yogi pun akhirnya terlelap.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Yogi dibangunkan seseorang berpakaian preman, bercelana robek, mengenakan kaos warna merah dan membawa tas kecil yang diselendangkan.

“Saya disuruh keluar musala mengikutinya, saya juga disuruh bawa barang-barang saya. Tas ransel berisi laptop, HP dan lain-lain. Saya ditanya identitas, saya jelaskan identitas dan sebab saya tidur di musola. Sekitar 20 menit ditanya-tanya, lalu saya dibebaskan. Tapi tak lama kemudian saya dipanggil lagi dan disuruh masuk mobil Avanza hitam,” kisahnya.

Dia memaparkan, didalam mobil ternyata ada orang bertubuh besar, lalu korban pun digeledah. Disuruh mengeluarkan seluruh isi saku. Tak berselang lama, dua orang lain yang tidak dikenalnya juga ikut ditangkap. Seorang lelaki yang badannya bertato dan satu orang lagi yang belakangan diketahui bernama Ali, yang mengaku asal Panimbang, Pandeglang.

Dalam kondisi mata tertutup itu, Yogi dan dua orang lain yang tak dikenalnya dibawa berkeliling hingga subuh. Saat suara tahrim di masjid terdekat terdengar, ketiganya digiring ke satu tempat, yang belakangan diketahui yakni Hotel Wanda Galuh Palima.

Pagi suasana agak membaik, sebab Yogi mengaku jika dirinya reporter di media cetak Harian Banten Pos. Bahkan dirinya sempat mengantar salah seorang yang diduga aparat itu untuk mencari sarapan. Berharap pagi itu dilepaskan dan bisa melanjutkan aktivitas, ternyata tidak bisa. Korban baru diperbolehkan pulang sore harinya, sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelum pulang, orang yang menangkapnya itu sempat meminta maaf. (NED/RIU/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment