Penarikan kursi dan meja oleh kontraktor

Kemenag Tangerang Diduga Rekayasa Pencairan Proyek

TANGERANG, BANPOS – Tim panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) kemenag Tangerang mengaku tidak dilibatkan dalam pencairan kedua pekerjaan proyek sebesar Rp1.792.076 000 untuk pengadaan meubelair Sekolah MI dan MTS. Padahal, tugas pokok PPHP adalah melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan kontraktor sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak.

Tanpa melalui pemeriksaan dan pengujian, pihak PPK mencairkan sebesar Rp185.456.594 berdasarkan nomor SP2D 151271302008125, yang ditandatangani sendiri secara sepihak tanpa adanya berita acara surat serah terima barang (PHO) oleh PPK kedua, Drs Martono yang bekerja diluar satkerkemenag Tangerang dan berprofesi sebagai guru di Sekolah MA.

Hal itu disampaikan Ketua PPHP Kemenag Tanggerang, Egi Muhajirin Yusuf kepada Banten pos sabtu (24/1) kemarin. Menurutnya, kalau mengacu pada peraturan yang layak untuk mencairkan uang itu kewenangan PPK dan KPA, dengan syarat sudah melalui berita acara yang sudah ditandatangani oleh PPHP.

“Saya menilai apa yang telah dilakukan oleh PPK dengan mencairkan termin kedua jelas bertentangan dengan pepres no 4 tahun 2015. Lantaran dalam rapat saya selaku ketua PPHP tidak pernah dilibatkan, bahkan tidak menandatangani berita acara. Artinya pencairan ke dua bisa dinilai tidak sah,” tegasnya.

Menurut Egi. Apabila proyek sudah melewati akhir tahun sesuai dengan pepres, pihak kontraktor wajib diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun yang terjadi, jangankan diberikan kesempatan, malah sebaliknya pihak KPA tidak memiliki itikad baik untuk melunasi sisa hutang proyek kepada CV Daniswara.

“Saya juga bertanya-tanya kemungkinan ada intervensi dari luar, atau uangnya sudah tidak ada. Saya hanya menghimbau kepada pihak terkait kemenag, janganlah mempermalukan lembaga ini. Berikan pembayaran sesuai dengan haknya, agar tidak menimbulkan fitnah kepada kemenag,” tandasnya.

Hal senada, dikatakan oleh Didi selaku ketua panitia lelang pengadaan meubelair MI dan MTS kemenag Tanggerang. Ia menegaskan, berdasarkan perjanjian kontrak yang telah ditandatangan oleh PPK ke 2 Drs Martono adalah cacat hukum dikarenakan tidak berdasarkan surat perjanjian kontrak.

“Pergantian PPK dari Ahmad Rifaudin ke Martono saya nilai salah kamar, seharusnya kalau mengacu aturan, kalau Rifaudin tidak mampu langsung ke KPA. Alasan Ahmad Rifaudin itu diganti sebab tidak bersertifikat. Padahal pejabat eselon IV kalau mengacu aturan menpan RB itu harus memiliki sertifikat barang dan jasa. Hanya dia langsung dijadiin oleh kanwil provinsi. Orang kita juga kecolongan,” tukasnya.

Sementara itu, Ahmad Rifaudin, PPK ke 2 Kemenag Tanggerang, mengatakan, tidak dilibakannya PPHP karena dinilai tidak kooperatif. Seharusnya PPHP memiliki inisiator sendiri untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan tufoksinya, tanpa menunggu instruksi dari PPK atau KPA.

“Sampai saat ini, kemi tetap bekerja sesuai dengan perjanjian kontrak, apabila ada penilaian yang tidak sesuai saya bisa mempertanggungjawabkannya,” katanya.(HAS)

Share With:
Rate This Article
Comments
  • Saya Memohon Kepada Pihak dari Kemenag tangerang agar sisa barang yang belum dibayarkan agar segera dibayarkan. karna saya sebagai penyedia merasa dirugikan oleh pihak-pihak dari kemenag tangerang. saya rasa ada unsur-unsur yang tidak baik dari pihak kemenag tangerang dari segi perhitungan pembayaran,
    Kemana sisa tagihan yang belum dibayarkan?
    kenapa pihak dari keuangan kemenag tangerang tidak transparansi atau selalu menutupi masalah pembayaran dan sisa anggaran yang ada?

    2 Februari 2016
  • Hang dikemenag, depag, kanwil depag mengerikan cara bermain proyeknya….. pengusaha dibayar 40 % saja dari nilai kontrak, pihak keu tiga disudutkan dengan segala denda dan sanksi ditekan sehingga masuk wilayah abu-abu, pencairan bisa dilakukan tanpa tandatangan PPHP dan Pihak Ke 3, jadi pencairanya dilakukan oleh kemenag 100%, berkas direkayasa solah cair hanya 40 % tetapi bukti pengembalianya tidak ada… berkas semua palsu…. ya ampun bersembunyi digalik agama… subhanallah!!!!

    29 Juni 2016

Leave A Comment