a
Widget Image
Ilustrasi penjaja seks komersial.

Selain dari Esek-esek, PSK di Bayah ‘Hidup’ dari Botol Miras

BAYAH, BANPOS – Penghasilan penjaja seks komersial (PSK) di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, ternyata tak melulu dari jasa memuaskan syahwat pelanggan. Penghasilan utama mereka justru dari uang botol, atau hasil menjual minuman keras di warung tempatnya bekerja.

Tak setiap hari PSK di Bayah bisa mendapatkan pelanggan yang mengajaknya ‘bobo bareng’. Karenanya, pemasukan setiap hari berasal dari pemasukan warung karaoke, berupa penjualan minuman keras dan tips pelanggan.

“Disini nggak setiap hari ada yang booking, makanya kita sangat tergantung pada uang botol,” kata seorang PSK berinisial ER.

Setiap pelanggan yang datang ke warung, biasanya ingin menghibur diri dengan berkaraoke ditemani para wanita yang bekerja di warung tersebut. Nah, saat itulah pelayan-pelayan itu akan menjajakan minuman keras, semakin banyak minuman terjual, semakin besar pendapatn mereka.

“Dari setiap botol kita dapat goceng (Rp5000, red). Itu pun harus dibagi bersama teman yang ikut menemani tamu bersama saya,” kata ER.

Biasanya, tak semua minuman itu ditenggak sang tamu. Agar tetap banyak yang laku, si pelayan akan merengek minta dibelikan minuman untuk mereka minum sendiri.

“Ya akhirnya yang minum kita-kita juga. Abis kalau nggak gitu ngga banyak botol yang terjual,” kata ER.(ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment