a
Widget Image
debt collector

Debt Collector Meresahkan Masyarakat, KTP Lebak Desak Kepolisian Turun Tangan

RANGKASBITUNG, BANPOS – Ketua Bidang Mediasi dan Advokasi Komisi Tranparansi dan Partisipasi (KTP) Lebak Agus Ider Alamsyah angkat bicara terkait demontrasi yang berujung pada pengerusakan kantor Adira Finace Rangkasbitung pada Rabu (24/2/2016) lalu.

Aksi demonstrasi itu dipicu oleh pihak leasing yang menggunakan jasa Debt Collector untuk mengambil kendaraan secara paksa milik kreditor yang bermasalah dalam pembayaranya.

Menurutnya, aksi demontrasi yang berujung anarkis itu tidak akan terjadi apabila proses sengketa Fidusia antara kreditor dan leasing diselesaikan secara hukum, bukannnya secara preman.

Selain itu, pihaknya juga mendesak aparat kepolisian bertindak tegas terkait keberadaan debt collector yang sudah meresahkan masyarakat ini. Sebab, kejadian perampasan kendaraan bermotor oleh debt collector sudah sering terjadi di Lebak.

Baca juga : M3nergy Abaikan Penolakan Nelayan Banten Selatan

“Seharusnya jangan demonstran saja yang diamankan karena bertindak anarkis, diluar sana banyak Debt collector yang mengambil hak masyrakat dengan cara yang dinilai juga tidak sesuai aturan,” terangnya, Kamis (25/2/2016).

Ia menilai, upaya finance yang menggunakan jasa debt collector atau yang lebih dikenal dengan ‘mata elang’ telah melawan hukum. Pasalnya, perampasan kendaraan bermotor yang dilakukan ‘mata elang’ merupakan tindak pidana. Padahal, sambung dia, Fidusia adalah perkara perdata.

“Diambil tindakan tegas juga dong kepada setiap Debt collector atau mata elang yang bertugas seakan merampas hak masyarakat, mengingat saat ini beberapa titik seperti jalan Bypass, Terminal dan pasar sudah mulai berkeliaran petugas debt collector itu yang pada akhirnya membuat masyarakat resah dan tidak nyaman setiap menggunakan kendaraan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Pemkab Lebak melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) untuk mengevaluasi dokumen perizin finance tersebut.

“BPMPPT harus segera evaluasi, cek kembali masalah izin finance tersebut, apakah sudah lengkap atau belum, jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Didi Hayamansyah ketika dihubungi melalui sambungan seluler mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat apabila ada perampasan kendaraan yang dilakukan debt collector. Selain itu, Polres Lebak juga akan melakukan sweeping terkait keberadaan ‘mata elang’ yang telah meresahkan masyarakat ini.

“Untuk sweeping, Insya Allah diagendakan, namun saya harap masyarakat juga tidak diam, ketika ada perampasan segera melapor ke polsek terdekat, agar secara bersama-sama kita tekan angka kejahatan di Kabupaten Lebak ini,” katanya.

Sebelumnya, Polres Lebak mengamankan puluhan anggota Ormas Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) terkait demonstrasi yang berujung pada pengerusakan kantor Adira Finance Rangkasbitung. Unjuk rasa ini dipicu oleh perampasan kendaraan milik anggota ormas yang dilakukan oleh debt collector leasing. (ADE/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment