pendapatan asli daerah

Duh! Potensi PAD Banten Belum Tergali Maksimal

SERANG, BANPOS – Pemprov Banten akan mengundang para pakar untuk melihat dan melakukan analisis terhadap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih terkesan belum maksimal. Ada 12 SKPD di lingkungan Pemprov Banten yang akan dianalisis seberapa banyak kontribusi pemasukan ke kas daerah.

Kepala DPPKD Banten, Nandy S Mulya mengakui, hingga saat ini pihaknya masih mencari formulasi bagaimana cara meningkatkan PAD. “Di Banten ini ada 12 SKPD penghasil dan nanti akan dilakukan pemotretatan satu persatu seperti apa dan bagaimana mereka dalam meningkatkan PAD,” ungkapnya, seraya menyebutkan beberapa SKPD penghasil itu diantatanya Disperindag, Distanak, Dishubkominfo dan Distamben.

Ia mengatakan, selama ini pemetaan dalam rangka penggalian potensi peningkatan PAD belum dilakukan secara berkesinambungan. Untuk itu, pihaknya akan mengundang para pakar untuk dimintai pendapatnya. Selain itu, DPPKD Banten tidak segan-segan mengadopsi kebijakan dari provinsi lain.

“Kita akan petakan stau persatu SKPD penghasil itu, baru nanti akan terlihat solusianya seperti apa, dan jika itu sudah dilakukan maksimal oleh SKPD penghasil maka akan ditingkatkan lagi.Kita juga melihat SKPD di Pemprov Jabar itu antara SKPD penghasil dan pengelola keuangan dipish, sehingga mereka dalam melakukan peningkatan PAD maksimal,” tandasnya.

Baca juga : Soal Bank Banten, Legislatif Datangkan OJK dan Dirjen Keuangan

Untuk peningkatan PAD, sambung dia, UPTD Samsat yang ada akan melakukan inovasi dan perubahan sehingga merangsang Wajib Pajak (WP) datang dan berpartisipasi. “Kita sudah buat beberapa konsep. Parameternya kita menggunakan ISO, seperti nanti di UPTD Samsat kita menyiapkan layanan kesehatan seperti cek darah, menyedian pangkas rambut gratis dan bila perlu menempatlan polwan untuk melakukan konseling,” ujarnya.

Selain memberikan fasilitas umum kepada wajib pajak saat datang ke UPTD Samsat, pihanya pun berencana akan jemput bola dengan mendatangi perusahaan-perusahaan. “Kita akan uapayakan kerjasama dengan koperasi, sehingga para buruh yang sibuk atau yang pada saat perpanjangan pajaka kendaraan belum cukup uang pada hari itu, bisa dibayarkan oleh koperasi karyawananya,” pungkasnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment