Budi Heryadi

Jika Gagal Jalankan Program Budi Heryadi Janji Mundur

SERPONG, BANPOS – Bakal Calon Gubernur (Cagub) Banten yang diusung DPD Gerindra Banten, Budi Heryadi tampaknya sudah bertekat bulat untuk bertarung memperebutkan kursi empuk orang nomor satu di ‘Tanah Jawarah’. Beberapa program pun telah dia siapkan jika seandainya nanti terpilih menjadi Gubernur Banten.

Bahkan, untuk menghindari tudingan ‘calon hore-hore’, mantan anggota Komisi III DPR RI ini berjanji akan mundur dari kursi Gubernur Banten jika gagal menjalankan program-program yang telah dikampanyekan.

“Jika saya tidak bisa merealisasikan janji-janji perubahan. Saya tidak perlu disuruh atau didesak. Saya akan mundur dari kursi gubernur,” tegasnya kepada sejumlah wartawan di Serpong, Tangsel, beberapa waktu lalu.

Saat ini, dia sudah menyiapkan berbagai strategi dan langkah akan dilakukan untuk berkompetisi dalam Pilgub Banten 2017 mendatang, mulai dari konsolidasi dengan tokoh masyarakat, blusukan hingga mencari dukungan dari petinggi partai politik.

Baca juga : Maju Di Pilgub Banten, Budi Heryadi Siapkan 3 Program Unggulan

“Sebenarnya menjadi Gubernur Banten tidak perlu orang pintar atau cerdas. Yang penting orang itu ikhlas dan punya niat baik memperbaiki Banten. Itu saja cukup,” imbuhnya.

Disinggung terkait dukungan Parpol, dia mengungkapkan, jika partainya semakin intensif melakukan komunikasi politik. Salah satunya menjajaki koalisi dengan PKS.

“Kita sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan PKS. Jika koalisi ini terwujud, sudah cukup untuk mengusung Calon Gubernur dan Wakilnya di Pilkada nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Asnawi Mardani selaku Ketua Timses mengatakan, peluang Budi Heryadi untuk maju dalam Pilgub Banten terbuka lebar. Dia satu-satunya ketua partai di Banten yang memiliki 10 kursi di DPRD.

“Secara hitung-hitungan politik hanya Budi yang saat ini berpeluang mendapat kendaraan partai. Ia ketua DPD provinsi sementara calon yang lain tidak ada. Hanya butuh 8 kursi lagi untuk bisa mendapat kendaraan dan itu sangat terbuka,” paparnya.

Menurut mantan anggota DPR RI itu, dari dua kepala daerah yang memimpin Banten pertama kali, dua-duanya masuk penjara. Sementara yang sekarang tersangkut kasus Bank Banten.

“Nah kita perlu orang bersih dan bisa membawa perubahan. Jawabannya adalah Budi Heryadi,” pungkasnya. (DEWA/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment