Salman Al Farizi (21) dan Ubed Zubaedillah

Korban Rosul Palsu Mengaku Dijadikan Sunan Kudus

SERANG, BANPOS – Salman Al Farizi alias Aden mengaku dijadikan titisan Sunan Kudus oleh Arifin (28) pemuda yang mengaku Rosul. Aden mengaku terbedaya oleh bujuk rayu Arifin untuk menjadi pengikutnya. Seolah terhipnotis Aden selalu menuruti perintah Arifin.

Saat ditemui BANPOS, Aden yang terlihat masih shock mengaku ia baru mengenal Arifin sekitar 10 hari. Karena Arifin merupakan santri baru di Pondok Pesantren Jamiatul Ikhwan, Tunjung Teja, sedangkan ia sendiri sudah lima tahun menimba ilmu dipondok itu. Ia mengaku tak sadar sudah berjalan kaki dari Pondok ke rumahnya selama 2 jam. Saat menjadi pengikut Arifin, ia pun tak mengerti kenapa selalu mengikuti perintahnya.

“Pokoknya saya nurut sama dia, padahal sebelumnya saya sempat bilang ke orang-orang kalau Arifin itu Gila karena mengaku-ngaku Nabi. Saat Bapak saya mengamuk pun saya masih belum sadar, kata Arifin saya ini adalah titisan dari Roh Sunan Kudus, jadi raganya saja yang Aden, tapi jiwanya Sunan Kudus,” kata Aden.

Aden menerangkan jika, tiga hari sebelum puncak kejadian, ia bersama lima teman pondoknya sudah menjalani ritual memasukan roh-roh leluhur di rumah salah satu Kakaknya di Cikeusal. Ritual tersebut bertujuan agar pengikut Arifin menjadi kuat dalam segala hal.

“Waktu malam Selasa kemarin, memang kita jalani ritual dirumah teteh saya, ritual itu untuk memasukan roh-roh tokoh-tokoh sakti. Misalnya saja Ibnu Soleh kakak saya, yang kedua si Haris, Umam, Pipit, Ria mau dimasukin roh-roh itu, kalau saya kan sudah kena kenanya Roh Sunan Kudus, kakak saya angling dharma, Ria roh Hindun, si Pipit kemasukan Roh Siti Ruqoyah, kalau si Hari roh Brama kumbara, Umam menjadi Jaka Sembung. Jadi ritualnya dijadiin begitu,” ungkap Aden.

Berita sebelumnya : Pemuda Mengaku Rosul Gegerkan Warga Serang

Aden menambahkan, saat akan berangkat untuk membaiat Ayahnya, ia sempat berbincang dengan Arifin dan berencana untuk mengahncurkan Ponpes Pimpinan H. Hudhori tersebut karena dinilai tidak sepaham.

Bahkan, untuk melancarkan aksinya tersebut Arifin meminta keponakannya untuk mengambil tanah kuburan dari Banten untuk disiramkan ke sekitar Ponpes.

“Jadi Arifin bilang gini. Kalau jam 12 malam berhasil menyakini Bapak saya, kita langsung balik lagi ke Pondok dan menyakinkan pimpinan Pondok untuk dapat menjadi pengikut kita. Dia juga bilang gini, kalau Pak Haji Hudori ga percaya saya Rosul, nanti saya ajak terbang ke langit, kalau ga percaya lagi, nanti saya turunkan hujan, terus kalau ga percaya lagi akan saya belah bulan jadi dua. Posisi saya saat sadar tapi pasrah, mau berontak tapi susah,” pungkas Aden. (NED/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment