a
Widget Image
revisi uu kpk

Nah lho… Para Tokoh Kompak Tolak Revisi UU KPK

JAKARTA, BANPOS – Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Syafii Maarif menegaskan, Revisi Undang-undang (UU) KPK harus dilawan. Menurutnya, jika tidak dilawan maka revisi yang akan melemahkan KPK itu bakal berjalan mulus.

“Sekarang karena didesak mereka mulai mundur,” tegas pria yang akrab disapa Buya Syafii itu saat berpidato pada pembukaan seminar “Pemberantasan Korupsi Yang Memberikan Efek Jera”, di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW (Indonesia Corruption Watch) Emerson Yuntho menegaskan, ada lima alasan Presiden Joko Widodo tidak perlu merevisi UU KPK. Pertama berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia 50 persen lebih publik menolak revisi. Kedua, faktanya subtansi revisi tidak memperkuat KPK.

Ketiga, sudah menjadi janji Jokowi dalam Nawacita untuk memperkuat KPK. Keempat, tidak ada alasan mendesak dan masuk akal merevisi UU KPK. Kelima, Revisi UU KPK akan membuat citra Jokowi makin menurun.

Baca juga : Begini Kronologis Pencabulan Yang Dilakukan Eks Calon Wakil Walikota Serang

“Lima alasan ini harus dipakai Jokowi untuk tidak merevisi UU KPK,” ujarnya, saat menjadi panelis atau pembicara dalam acara tersebut.

Ia mengatakan, Jokowi tidak harus mengirim wakil pemerintah membahas revisi bersama DPR RI.

“Kalau mengutus wakilnya, sama saja Jokowi mendukung revisi,” katanya.

Hal senada diungkapkan mantan Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan yang juga menolak itu. Namun, sambung dia, menolak Revisi UU KPK tidak cukup hanya dengan pernyataan. Dia menjelaskan, harus ada upaya agar RUU itu tidak menjadi kesepakatan pemerintah.

“Adakah cara kita untuk upaya itu. Jadi tidak hanya omongan. Ini yang harus kita pikirkan, bukan sekedar menolak-menolak,” tandas pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pers ini. (BOY/IGO/JPNN/EKY)

Sumber : Koran Banten Pos hari ini

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment