a
Widget Image
Salman Al Farizi (21) dan Ubed Zubaedillah

Pemuda Mengaku Rosul Gegerkan Warga Serang

SERANG, BANPOS – Warga Kecamatan Tunjung Teja dan Cikeusal digegerkan oleh pengakuan Arifin (28) pemuda asal Kampung Pabuaran, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang yang mengaku sebagai Rosul dan mampu terbang ke langit serta membelah bulan.

Kasus dugaan penistaan agama ini kemudian dilaporkan oleh Ubed Zubaedillah (65) salah satu orang tua korban yang resah akan perilaku anak-nya yang mulai menyimpang.

Ditemui dikediaman-nya di Kampung/Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, Ubed Zubaedillah menuturkan keresahan-nya memuncak ketika putra ke tujuhnya, Salman Al Farizi (21) alias Aden, Kamis (18/2) malam lalu pulang kerumah bersama sejumlah rekan-rekannya di Pondok Pesantren Jamiatul Ikhwan, Malanggah, Tunjung Teja. S

Saat itu dirinya diminta oleh Aden untuk ke ruang tamu untuk menemui Arifin. Dalam percakapan-nya, Arifin meminta dirinya agar mempercayai-nya sebagai seorang Rosul. Kondisi itu membuat dirinya emosi dan naik pitam.

“Jadi malam itu sekitar pukul 22.00 WIB, anak saya Aden datang bersama teman-temannya. Ia minta saya menemui Arifin, pas duduk dilantai bertiga Arifin mengaku seorang Rosul, bahkan anak saya Aden sudah dijadikan Sunan Kudus. Kemungkinan-nya anak saya sudah kena hipnotis oleh si Pelaku, karena anak saya sampai meminta maaf dan mengatakan maaf tuan rosul, bapak saya ga percaya kepada si Arifin. Pengakuan Arifin diungkapkan berulang-ulang hingga saya marah dan menggebrak ubin, karena saya nilai ini sudah keterlaluan dan menyimpang, anak saya dan si pelaku ini pun loncat keluar ketakukan,” tutur Ubed.

Setelah, dirinya mengamuk dan marah atas perbuatan Arifin, kata Ubed, anaknya beserta rekan-rekannya pun akhirnya tersadar. Anaknya yang lain kemudian mengejar Arifin yang lari ketakukan dan membawanya kembali kerumahnya untuk di interogasi.

“Pas saya ngamuk, ga lama anak saya dan teman-temannya tersadar. Si Arifinnya lari tapi kemudian ditangkap sama anak saya. Warga pun berdatangan karena dikiranya saya sedang memarahi anak saya. Pas kita interogasi korban-korban si Arifinnya, ternyata memang sudah di atur sebelumnya, jadi nanti pengikut-pengikut Arifin ini bakal di sebar diseluruh pulau Jawa, dari Banten hingga Jawa Timur. Saya bilang begini ke dia, Jangankan kamu, guru kamu datangkan ke saya, Al Quran apa yang kamu pelajari? Memang kelakuan si Arifin ini juga ga sopan,” kata Ubed.

Ubed menerangkan, Kasus itu kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Panyabrangan dan Kepala Desa Malanggah, Tunjung Teja untuk diproses secara hukum. Ia merasa dirugikan karena proses pembelajaran anaknya terganggung.

Terlebih, perbuatan Arifin membuat anaknya dikhawatirkan mengalami gangguan kejiwaan atau psikis.

“Malam itu juga langsung saya laporkan ke Kepala Desa Panyabrangan dan kita juga langsung laporan ke Kepala Desa Malanggah. Untung langsung di ciduk Polisi, kalau tidak, pasti habis itu Arifin karena warga sini juga sudah sangat marah,” pungkas Ubed.(NED/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment