a
Widget Image
Foto resepsi pernikahan yang diupload Yoyo Wicaksono di akun Facebook miliknya.

Pernikahan di Kaibon, Pemkot Serang Dinilai Lakukan Pembiaran

SERANG, BANPOS – Pernikahan kerabat Kepala BKD Serang, Yoyo Wicaksono, yang dilangsungkan di Keraton Kaibon dinilai melanggar undang-undang. Walikota Serang, Haerul Jaman pun dinilai harus ikut bertanggung jawab karena diduga melakukan pembiaran atas pelanggaran tersebut.

Mempelai wanita dalam pernikahan tersebut, yang juga kerabat dari Yoyo, Nuril Syibli (Sebelumnya ditulis Nuri Syibli, red), menyebutkan nama sejumlah pejabat Kota Serang yang menghadiri pernikahannya. Beberapa diantaranya adalah Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir. Sulhi bahkan menjadi saksi dari mempelai wanita dalam pernikahan tersebut.

Menanggapi hal itu, pelaku budaya di Kota Serang, Tb Hikmat Anugerah menilai Pemkot Serang telah memberikan dukungan kepada pihak yang melanggar undang-undang. Sebagai representasi dari kepala daerah di kota Serang, kehadiran Sulhi menunjukkan bahwa Pemkot Serang membiarkan terjadinya pelanggaran di wilayahnya.

“Kepala Daerah harusnya memberikan bimbingan kepada masyarakat agar wargaanya mematuhi peraturan yang berlaku, bukannya malah ikut terlibat dalam pelanggaran itu sendiri,” kata Hikmat, Jumat (5/2/2016).

Diberitakan sebelumnya, pernikahan kerabat pejabat Pemkot Serang, Yoyo Wicaksono di Keraton Kaibon diduga melanggar Undang-undang nomor 11, tahun 2010, tentang cagar budaya. Meski sempat dilarang, pihak keluarga Yoyo keukeuh melangsungkan pernikahan tersebut di areal cagar budaya itu.

Menurut keterangan petugas penjaga Keraton Kaibon, Mul Angkara, sejak awal pihaknya sudah menolak permohonan izin penggunaan keraton kaibon untuk upacara dan resepsi pernikahan. Namun, pihak penyelenggara memaksa dengan berbagai cara agar acara berlangsung di Keraton Kaibon.

Namun, pernyataan Mul dibantah mempelai wanita, Nuril. Dirinya mengaku telah menjalani proses panjang untuk mendapatkan restu melangsungkan hajatan tersebut hingga ke Jakarta.

“Saya sudah meminta ijin kepada semua pihak, termasuk kepada sejumlah kyai dan sesepuh di Banten. Dan buktinya adalah kehadiran beberapa tokoh penting dalam pernikahan saya,” kata Nuri seraya menyebutkan sejumlah nama tokoh Provinsi Banten.(ENK)

Share With:
Rate This Article
Comments
  • Menurut saya tdk masalah hal ini dilakukan. Asalkan tdk merusak lingkungan, justru dgn adanya kegiatan sakral (pernikahan) akan membuat lapangan kaibon semakin terkenal. Dan kalau dikelola dgn baik akan mendatangkan keuntungan bagi pengelola kaibon, kalau perlu dijadikan lokasi pernikahan outdor namun mencari lokasi yg aman dan ditata apik.

    6 Februari 2016

Leave A Comment