Ketua DPR RI Ade Komarudin, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Ketua DPD Partai Golkar Cilegon Tb Aat Syafaat

Pilgub Banten, Akom Dukung Iman, Aat Ogah

CILEGON, BANPOS – Ketua DPR RI, Ade Komarudin mengatakan, bahwa Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi layak untuk maju dalam bursa Pilgub Banten mendatang. Pria yang biasa disapa Akom itu juga menegaskan, bahwa Tb Iman Ariyadi masuk pada level pimpinan nasional.

“Saya sudah bilang tadi, kalau beliau sekarang jadi walikota, jadi pimpinan nasional juga bisa, sekarang dapat tugas sebagai walikota, sebelumnya saja jadi anggota DPR RI kan. Apa aja bisa dia, presiden saja bisa,” kata Akom usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi sebagai Walikota dan Wakil Walikota 2016-2021 di Gedung Paripurna DPRD Cilegon, Kamis (18/2/2016).

Di mata Akom, Walikota Cilegon memiliki rapor yang representatif untuk memimpin Banten. Khusus kepada kader yang berniat maju di bursa cagub Banten, dia meminta agar tetap mengikuti mekanisme partai dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Ini Walikota (periode) kedua, top dong. Persentasinya bagus. Pokoknya gini, yang penting survei dan sosialisasi dulu,” tandasnya.

Disinggung soal kehadiran dirinya berkaitan dengan Munas Golkar, Akom menapik hal itu. Menurutnya apa yang dilakukannya saat ini bukan bagian safari politik. “Sampai saat ini, saya belum memastikan mencalonkan atau tidak mencalonkan. Saya masih menimbang-nimbang dengan matang. Semakin banyak aspirasi yang mengalir, maka akan saya pertimbangkan,” terangnya.

Baca juga : Masih Samar, Pelantikan Irna-Tanto Tunggu Kabar Kemendagri

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Cilegon, Tb Aat Syafaat menegaskan, pihaknya belum memberikan sinyal dalam mendukung Iman maju bertarung dalam Pilgub Banten. Dia meminta Iman yang baru dilantik dapat melaksanakan amanah yang diberikan masyarakat untuk membangun Cilegon.

“Untuk periode yang sekarang, bukan bapak melarang. Barusan kan disumpah untuk melakukan pembangunan di Cilegon. Jadi kita jangan ambisius, harus kita mempertanggungjawabkan sumpah kita melaksanakan itu. Dulu Bapak juga diminta seperti itu, tapi karena bapak sudah disumpah untuk kepentingan Cilegon, yah harus memperjuangkan dan mempertahankan kepentingan Cilegon. Walaupun pusat suruh kesana, yah ngga bisa. Kasihan masyarakat Cilegonnya,” katanya.

Soal sinyal dari Akom, kata Aat, itu akan dimentahkan olehnya. Karena dalam lima tahun kedepan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh puteranya itu sebagai kepala daerah. “Walaupun pusat suruh ke sana (nyalon, red), ngga bisa. Kasihan masyarakat Cilegonnya,” tegasnya.

Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon, yang juga Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman menegaskan, Iman yang baru saja dilantik sebagai Walikota Cilegon sebaiknya melaksanakan tugas dengan baik sebagaimana yang diamanahkan masyarakat dan kesepakatan partai politik secara bersama.

Beberapa pekerjaan rumah, kata Fakih, Iman harus menyelesaikan beberapa mega proyek untuk lima tahun kedepan, salah satunnya membangun pelabuhan kebanggan Cilegon yakni Pelabuhan Warnasari. “Kacamata saya, kayaknya Pak Iman belum lah. Karena tugas Pak Iman harus menyelesaikan Jalan Lingkar Utara dan Pelabuhan Warnasari. Sementara ini, yang kita sepakati sebagai kesepakatan politik, Pak Iman harus menyelesaikan tugas itu,” pungkasnya.

Tb Iman Ariyadi sendiri saat dikonfirmasi terkait sinyal positif dari Akom menegaskan bahwa dirinya akan fokus dan menjalankan tugas yang diamahkan masyarakat sebagai kepala daerah Cilegon. Saat ini, Iman menyatakan belum berminat melirik kursi Banten satu.

“Saya akan melakukan loby pribadi untuk tidak maju ke pilgub. Kalau saya boleh memilih di DPP saja saya jadi pengurus, tapi saya tidak mau menjadi gubernur. Kalau urusan calonnya siapa, saya patuh kepada partai. Siapa yang diputuskan, itu yang harus kita dukung kecuali Iman Ariyadi, selesai. Kalau dua nama (Andika dan Tantowi) itu terserah keputusan partai,” tegasnya. (NAL/IGO/EKY)

Sumber : Koran Banten Pos hari ini

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment