a
Widget Image
korban mayora group, PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group)

Ratusan Santri dan Kiai Korban Mayora Group Gelar Istighosah Di Mapolda Banten

SERANG, BANPOS – Ratusan masyarakat Kecamatan Cadasari dan Baros menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Banten. Dalam aksinya, ratusan santri dan kiai ini menuntut pengusutan kasus PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) yang dinilai telah merugikan masyarakat dengan melakukan perusakan lingkungan, Rabu (17/2/2016).

Asep Saefudin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang mengadvokasi warga korban Mayora Grup mengungkapkan, bahwa PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) dinilai telah merusak lingkungan yang mengakibatkan kekeringan lahan area pesawahan milik masyarakat di Kecamatan Cadasari dan Baros.

“Disana ada mata air yang dikuasai Mayora, karena itu berdampak pada lingkungan sekitar. Padahal, menurut aturan, perusahaan tidak boleh menguasai sumber mata air yang merupakan hak dasar masyarakat,” ungkapnya kepada bantenpos.co

Pantauan dilokasi, ratusan santri dan kiai dari Kabupaten Serang dan Pandeglang ini juga menggelar istighosah di depan Masjid Baiturrahman yang berada di dalam Komplek Mapolda Banten.

Baca juga : Ratusan Warga Geruduk Pembangunan Pabrik Mayora

Ahmad Izudin, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam istighosah tersebut mengatakan, bahwa keberadaan perusahaan milik Mayora Group yang luasnya puluhan hektar itu tidak memberikan efek positif kepada masyarakat.

“Tidak menyerap tenaga kerja, malah menimbulkan kemiskinan. Kita para santri dan kiyai akan terus berjuang,” tegasnya.

Usai menggelar istigosah dan doa bersama, ratusan massa meninggalkan Mapolda Banten. Sedangkan, sepuluh orang perwakilan yang teridiri public figure dan kiai melalukan musyawarah berama Wakapolda Banten, Kombes Pol Liliek Heri Setiadi. (DIK/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment