Ilustrasi

Warga Minta Kasus Perusakan dan Pembakaran Kafe Dihentikan

SERANG,BANPOS – Puluhan warga Kampung Nambo, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang mendatangi kantor Mapolres Serang, Selasa (23/2). Para warga datang untuk meminta proses hukum atas dugaan perusakan dan pembakaran Kafe Betha dan Kafe Lapo dihentikan.

Puluhan warga itu datang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka ingin menemui Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKB) Nunung Syaifuddin. Setelah negosiasi, 8 orang perwakilan warga dipersilakan bertemu langsung dengan Kapolres.

“Istilahnya, kami minta maaf atas kejadian yang tidak diinginkan kemarin (pembakaran, red). Masyarakat ingin yang terbaik, agar tidak merasa resah. Kalo ada panggilan, bukan cuma yang dipanggil resah, tapi anak dan istri juga,” kata Mukhlish, perwakilan warga.

Mukhlish meminta supaya pihak kepolisian tidak melanjutkan proses hukum atas peristiwa perusakan dan pembakaran itu. “Kalau bisa, kasus ditutup. Kan kasusnya jelas, memberantas kemaksiatan,” ujar Mukhlish.

Menurut Mukhlish, perusakan dan pembakaran kedua kafe oleh ribuan massa pada Sabtu (6/2) malam, merupakan puncak kekesalan warga. Sebelum dibakar, warga sudah menyampaikan teguran lisan kepada pemilik kedua kafe agar Kafe Betha dan Kafe Lapo ditutup, tetapi tidak digubris.

“Buka tutup terus. Sebelum keributan (pembakaran-red), terjadi keributan, ada peminum yang minta jatah (uang-red). Nah, ini meresahkan masyarakat,” kata Mukhlish.

Warga lain, Muslikh mengklaim sudah ada mediasi antara warga dengan pemilik kafe. Pemilik kafe mengaku tidak mengajukan tuntutan atas perusakan tersebut. “Harapannya, proses hukum dihentikan. Lagi pula, tidak ada tuntutan kepada masyrakat,” ungkap Muslikh.

Muslikh mengaku akan meminta penjelasan dari Nunung Syaifuddin, jika permintaan warga ditolak. “Alasan dari Kapolres apa? Kita akan usaha, kalau ada tuntutasn (laporan, red) kan mediasi dulu. Lagi pula, Edi (Jubaidi, red) mengatakan, tidak melaporkan masyarakat. Jadi pokok masalahnya ada di Pores,” kata Muslikh.

Terpisah, Nunung menegaskan pengusutan kasus dugaan perusakan dan pembakaran tetap dilakukan. “Proses hukum tetap berjalan. Penanganan hukum berjalan humanis dan bisa diterima (warga-red),” ujar Nunung.

Sementara, Kastreskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino Ganda Saputra menegaskan tetap akan mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

“Tidak bisa (dihentikan, red). Ini bukan delik aduan. Meskipun tidak ada yang melaporkan, tetap akan diusut,” tegas Arrizal.

Arrizal mengaku sudah memeriksa puluhan saksi. Hasil pemeriksaan, penyidik sudah mengantongi nama-nama yang diduga kuat melakukan perusakan. “Sudah mengerucut pada nama-nama calon tersangka. Nanti, kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka, akan kita kabari,” kata Arrizal. (NED/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment