Penayangan paket lelang pekerjaan dibatalkan oleh ULP Pandeglang

15 Lelang Dibatalkan ULP, Sejumlah Pengusaha Ngambek

PANDEGLANG, BANPOS – Sejumlah pengusaha jasa konstruksi mengeluhkan pembatalan 15 lelang pengadaan barang dan jasa oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang yang ditampilkan dalam website http://lpse.pandeglangkab.go.id.

Dirut CV Badak Cikal Utama, Ilma Fatwa mengaku, kecewa dengan pembatalan lelang 15 paket pekerjaan yang dilakukan oleh ULP Pandeglang. Pasalnya, pembatalan lelang selain dilakukan tanpa alasan dan juga dikhawatirkan akan menghambat proses pembangunan.

“Dengan dibatalkannya lelang, tentu yang dirugikan adalah pengusaha. Para pengusaha sudah menyiapkan persyaratan untuk mengikuti lelang, namun itu percuma ketika lelang dibatalkan,” kata Ilma didampingi Direktur CV Bagus Ova, Cecep Bahrul Matori, Selasa (29/3).

Kata dia, para pengusaha sudah menyiapkan surat dukungan bank, personel, tenaga ahli dan lainnya untuk persiapan lelang pengadaan barang dan jasa. Mantan anggota DPRD Pandeglang periode 2009-2014 ini menduga pembatalan paket lelang ini berkaitan dengan upaya memonopoli proyek dan unsur politik.

“Kita takut kepemimpinan Bupati Irna Narulita yang memiliki niat baik membangun Pandeglang, justru dirong-rong oleh orang sekitarnya. Kita juga mempertanyakan yang jadi bupati itu Irna atau suaminya Ahmad Dimyati Natakusumah,” pungkasnya.

Direktur CV Bagus Ova, Cecep Bahrul Matori mengatakan, sangat kecewa dengan pembatalan sejumlah paket lelang tersebut. Menurutnya, pembatalan lelang selain menghambat pembangunan dan juga merugikan pengusaha.

“Untuk mengikuti lelang sudah jelas kita harus mengeluarkan cost yang tidak sedikit, contoh seperti pembuatan dukungan bank Rp150.000 dan sewa tenaga ahli. Jika lelang dibatalkan, jelas para pengusaha yang dirugikan,” keluhnya.

Terpisah, Kabag Adiministrasi Pembangunan Setda Pandeglang, Dadi Supriadi mengaku, hanya satu paket lelang yang dibatalkan. Paket lelang itu adalah proyek pembangunan jalan di Dinas Cipta Karya Penataan Ruang dan Kebersihan (DCPKRK). Pembatalan itu karena terjadi perubahan volume dan membuat paket pekerjaan yang sudah ditayangkan di LSPE terpaksa dibatalkan.

“Dinas terkait (DCKPRK, red) mengusulkan perubahan volume terhadap paket yang sudah ditayangkan, akhirnya lelang dibatalkan,” terang Dadi.

Kata dia, meski paket pekerjaan itu sudah ditayangkan namun belum ada penawaran dari perusahaan. Menurutnya, walau pun paket lelang sudah dibatalkan namun lelang tersebut bisa kembali diulang.

“Bukan berarti batal dan tidak jadi dilelangkan tahun, namun bisa dilelangkan setelah perubahan. Mengenai perubahan volume, itu menjadi kewenangan dinas terkait,” kilahnya.

Kepala DCKPRK Pandeglang, Anwari Husnira tidak bisa menjelaskan secara detil soal pembatalan lelang paket pekerjaan di dinasnya. Anwari beralasan belum mengetahui jelas dan itu menjadi tanggungjawab Bidang Perencanaan.

“Saya belum mengetahui secara detail, karena itu ada di Bidang Perencanaan. Jika ingin tahu lebih jelas silahkan hubungi Kabidnya (Dana, red),” singkat Anwari. (SUL/ARI)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment