a
Widget Image
zero accident, safety first

40% Perusahaan Di Cilegon Cacat Zero Accident

CILEGON, BANPOS – Tingginya angka kecelakaan kerja, khususnya di perusahan berat menjadi perhatian serius Pemkot Cilegon. Artinya, banyak perusahaan yang belum bisa memenuhi kriteria zero accident. Berdasarkan data yang dirilis Disnaker Cilegon, sekitar 40 persen perusaan berat tidak mampu memenuhi kriteria tersebut.

“Di Kota Cilegon total perusahaan yang ada kurang lebih 1.200 perusahaan, kalau untuk perusahaan berat ada sekitar 200 perusahaan. Jadi itu diluar perusahaan kecil seperti toko dan kios. Dari total perusahaan berat, hanya 40 persen yang tidak memenuhi zero accident,” ungkap Kepala Disnaker Cilegon Erwin Harahap, Rabu (30/3/2016).

Ia memaparkan, penilaian sistem zero accident itu berdasarkan ada atau tidaknya kecelakaan kerja yang dialami sebuah perusahaan dalam satu tahun.

“Apabila mereka di dalam tim K3 tidak kontrol, hingga mengakibatkan kecelakaan kerja maka otomatis mereka akan gugur,” urainya.

Baca juga : Nah Lho.. Dandim 0623 Cilegon Anggap Kehadiran WNA Jadi Pemicu Gerakan Isis

Sementara itu, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, tantangan di bidang ketenagakerjaan yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang akan bekerja maupun yang telah bekerja. Khususnya dibidang keselamatan dan kesehatan kerja, tantangan ini dapat dilihat visi K3 secara nasional.

“Saya berharap perusahaan di Kota Cilegon harus melaksanakan K3 yang diintegrasikan pada setiap jenjang kerja manajemen perusahaan, sehingga dapat mewujudkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di setiap perusahaan,” tandasnya. (NAL/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment