a
Widget Image
Andika Hazrumy ketika mengunjungi redakasi Banten Pos bersama Wakil Ketua DPD Golkar Banten, Fahmi Hakim, Sekretaris Karang Taruna, Gatot Yan / DZIKI

Andika Usung Tiga Program Unggulan

SERANG, BANPOS – Tiga program unggulan, yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur harus menjadi yang utama jelang Pilgub 2017. Program itu diusung mengingat daerah di pelosok Banten banyak yang belum tersentuh dan diyakini dapat meningkatkan aspek pembangunan di semua lini.

Gagasan itu diungkapkan Wasekjen DPP Golkar, Andika Hazrumy ketika mengunjungi redakasi Banten Pos bersama Wakil Ketua DPD Golkar Banten, Fahmi Hakim, Sekretaris Karang Taruna, Gatot Yan, dan rombongan lainnya, Kamis (31/3).

Menurut Andika, program pendidikan dapat memberikan kontribusi pada partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM Banten jelang hadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

“Kita harus mendorong anak-anak Banten unggul dan berprestasi supaya dapat bersaing dengan Tenaga Kerja Asing (TKA). Pengalaman selama bertugas di Komisi III DPR RI, problema kompetensi TKA dan tenaga kerja lokal begitu kompleks. Apabila kewenangan alih tanggungjawab SMA dari pemerintah pusat ke daerah, Banten bisa manfaatkan momentum tersebut,” ujarnya.

Lanjut Andika, momen tersebut bisa dijadikan pemerintah untuk menyedot angka partisipasi anak-anak bersekolah. Dihitung dari sisi anggaran pendidikan yang ada di Pemprov Banten siswa SD hingga SMA bisa digratiskan. Jadi, pelajar di Banten bisa berkosentrasi untuk meningkatkan kompetensi guna hadapi era persaingan global.

“Program unggulan soal layanan kesehatan, mimpi saya membuat program penguatan Puskesmas. Dengan itu fungsi Puskesmas bisa maksimal dalam melayani rawat jalan dan inap. Sebabnya, masih banyak masyarakat yang tinggal di pedesaan sulit untuk mencapai akses pelayanan kesehatan ke rumah sakit,” lanjutnya.

Berbicara infrastruktur, Andika mengungkapkan, percepatan pembangunan di Banten harus ditopang dengan iklim investasi yang aman dan nyaman. Regulasi juga menjadi pendukung utama bagi pemerintah untuk mendorong investor menanamkan modalnya di Banten. Setelah itu tercapai, pemerintah bisa memilah program mana yang diprioritaskan.

Santernya calon pemimpin daerah yang tertangkap tangan memakai narkoba, Andika menanggapi, generasi muda harus punya niat dan iktikad baik. Memimpin daerah memang tidak sesederhana yang dibayangkan, tapi pemerintah memiliki instrumen yang semuanya sudah diatur dalam birokrasi. Terbukti, saat ini banyak anak muda yang berumur dibawah 40 tahun memimpin daerahnya masing-masing.

“Gagasan pembangunan Banten juga harus lahir dari anak muda. Generasi ini harus berperan aktif dan saya akan maju lewat konstelasi Pilgub 2017,” tanggapnya.

Andika yang akan maju jelang Pilgub 2017 terus memaksimalkan waktu untuk dikenal masyarakat luas. Cara itu ditempuhnya dengan bersilaturahmi ke masyarakat di seluruh Banten, walaupun prosesnya masih panjang Andika harus mendapat popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Formulasi itu harus didapat, karena Parpol akan mengusung berdasarkan survei.

“Dengan ketetapan UU Pilkada sekarang, tantangannya berbeda. Apabila anggota DPR RI mencalonkan kepala daerah, jabatan itu harus dicopot. Maka saya terus berkomunikasi dengan semuanya, termasuk semua parpol yang ada karena membangun Banten tidak bisa sendiri. Menyatukan visi dan misi membangun Banten yang maju tidak akan mudah,” jelasnya. (CR-03/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment