Kepolisian Daerah Banten

Anggota Terlibat Narkoba, Langsung Pecat

SERANG, BANPOS – Dalam acara deklarasi anti narkoba yang diadakan Kepolisian Daerah Banten bersama masyarakat, di Alun-alun barat Kota Serang, Kamis (10/3/2016), Danrem 0604/Maulana Yusuf Kol (Inf) Wirana dan Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, menegaskan jika ada anggota yang terlibat Narkoba akan diproses hukum bahkan dipecat.

Wirana mengatakan, pemberantasan narkoba di lingkungan TNI khususnya Banten akan dilakukan lewat inspeksi mendadak pada personil yang terindikasi maupun ditiap satuan. Perlakuan tersebut sebagai tindak lanjut, perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk lakukan bersih-bersih di lingkungan TNI hingga Juni mendatang.

“Ini merupakan tugas yang berat, sehingga satuan tersebut butuh untuk bisa mengecek dan memberikan informasi supaya anggota tidak terlibat. Kami akan mengetes dengan alat dari BNN untuk jajaran anggota TNI di Banten baik Lanal, Grup 1 Kopassus maupun jajaran Korem,” ujarnya.

Wirana menuturkan, apabila sampai dengan Juni masih ditemukan anggota TNI yang terlibat dengan narkoba komandan satuannya yang akan dipecat. Artinya, komandan tidak mampu memimpin, memberikan arahan dan melarang anggota memakai barang haram tersebut.

“Sejauh ini kodim beserta jajaran menunjukkan hasil nol, tidak ada anggota TNI di Banten yang terlibat. Apabila ada yang terlibat tidak ada jalan keluar selain diproses hukum atau dipecat. Tidak ada kesulitan memberantas sindikat narkoba dalam satuan, semuanya bergantung kemauan komandan satuan untuk bersikap tegas memberantas sindikat atau pengguna narkoba di satuan TNI,” tuturnya.

Menurut Wirana, peredaran narkoba di Indonesia ibarat kebakaran yang sudah meluas. Kebakaran itu harus dipadamkan oleh TNI/POLRI, pemerintah dan masyarakat. Jangan berikan ruang gerak untuk sindikat mendistribusikan narkoba di Banten.

Sementara itu, Boy Rafli Amar mengatakan, Polda Banten akan terus bekerja keras untuk melakukan penangkapan orang yang mengedarkan narkoba. Terutama sindikat dan bandar yang telah merusak masyarakat Indonesia.

“Pernyataan sikap ini sebagai antipati terhadap peredaran narkoba. Kami berharap sikap masyarakat Banten dapat menempatkan narkoba sebagai musuh. Kalau sikap ini sudah menjadi ciri, maka ruang gerak pengedar akan makin sempit. Kami menggandeng pelajar, mahasiswa, pemuda lainnya, tokoh masyarakat, alim ulama, jajaran pemerintah serta lainnya,” ujarnya.

Terkait pengawasan internal Polda Banten, Boy menuturkan, pengawasan tersebut terus berjalan apabila ada anggota yang berkaitan dengan narkoba akan diproses hukum sesuai prosedur bahkan dibawa ke peradilan umum. Sanksi terberat, anggota akan diberhentikan tidak hormat.

“Kalau anggota terlibat langsung mendistribusikan narkoba dan tertangkap tangan sebagai pengguna, resikonya bisa sampai diberhentikan tidak hormat. Saat ini internal kita cukup banyak terdapat lima orang yang sedang menjalani proses hukum, mekanisme itu diberlakukan sesuai justice system,” tuturnya. (CR-3/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment