a
Widget Image
Bupati Pandeglang Irna Narulita

Asda II dan Bupati Irna Narulita Kompak Bantah Monopoli Proyek

PANDEGLANG, BANPOS – Terkait pembatalan lelang 15 paket proyek pengadaan barang dan jasa yang terindikasi pada upaya monopoli proyek, Pemkab Pandeglang langsung angkat bicara.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan Asda II, Iskandar, kompak membantah isu yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Asda II Iskandar membantah, jika pembatalan lelang di LSPE itu adalah upaya monopoli proyek. Menurutnya, hal itu terjadi karena ada perubahan volume pekerjaan dan penyesuaian harga pokok satuan (HPS).

“Pembatalan lelang itu karena ada perubahan volume dan penyesuaian harga dan akhirnya lelang yang sudah ditayangkan di LPSE harus ditarik kembali. Jadi bukan monopoli proyek, melainkan perubahan volume,” kata Iskandar kepada BANPOS saat ditemui di Pendopo Pandeglang, Kamis (31/3).

Saat ditanya apakah batalnya lelang terjadi karena tidak maksimanya kinerja pegawai DCKPRK, ia menyebut itu menjadi kewenangan dinas terkait. Dirinya pun sudah menyarankan DCKPRK untuk melakukan perubahan atas proyek yang ditarik kembali dalam lelang di LPSE.

“Saya tidak bisa menilai apakah itu karena kurang maksimalnya perencanaan atau tidak. Namun saya meminta perubahan segera diperbaiki agar pekerjaannya tidak terlambat,” terangnya.

Senada disampaikan Bupati, Irna Narulita. Isteri anggota DPR RI Ahmad Dimyati Natakusumah ini membantah jika pembatalan lelang paket pekerjaan DCPKRK merupakan upaya monopoli proyek.

Dirinya menyebut hal itu terjadi karena ada penyesuaian harga dan volume yang membuat perlu ada perubahan. Alasan lain pembatalan lelang adalah rencana penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Disesuaikan karena ada perubahan volume. Meski pun sudah ditayangkan di ULP, maka ditarik lagi untuk diperbaiki,”ujarnya. (SUL/ARI/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment