Para siswa TK mengikuti Simulasi evakuasi kebakaran

BPBD Kenalkan Cara Evakuasi Kebakaran Pada Siswa TK

PANDEGLANG, BANPOS – Cara evakuasi bencana sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat, karena dengan pengetahuan tersebut masyarakat dapat melakukan upaya penyelamatan diri dengan benar.

Hal itu berlaku juga bagi anak usia dini, seperti yang dilakukan oleh puluhan siswa TKIT Irsyadul Ibad Pandeglang, yang diberi simulasi evakuasi dan pemadaman kebakaran pada Selasa (8/3) di Alun-alun Pandeglang.

Puluhan siswa TK dikenalkan dengan alat-alat pemadam kebakaran oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang. Tapi namanya juga siswa TK, tutor dari petugas harus menyesuaikan diri sebagai guru yang sedang mengajar anak usia dini, dia menyuguhkan pengetahuan dengan cara bernyanyi dan ramah sebagaimana guru TK yang sedang mengajar.

“Guru mereka berpesan, supaya simulasinya dibanyakin nyanyi-nyanyi sama jalan-jalan pakai mobil damkar,” kata Kasi Damkar Kedaulatan dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana saat mengawasi simulasi tersebut.

Acara yang berlangsung dari pukul 8.00-12.00 WIB ini, memberikan cara kepada peserta tentang menghubungi petugas pemadam kebakaran, seperti harus menelepon nomor pemadam kebakaran jika melihat indikasi kebakaran di tempat mereka tinggal. Masih kata Endan, selain itu dikenalkan jenis dan cara menggunakan alat-alat pemadam kebakaran.

“Bukan kali pertama BPBD menyelenggarakan simulasi seperti ini, bahkan sekolah manapun bisa mengajukan kepada kami untuk melaksanakan simulasi serupa,” katanya.

Sebelum ke lokasi simulasi, para siswa berkumpul di sekolah lalu dijemput oleh mobil Damkar BPBD. Mereka dinaikan keatas mobil dibantu oleh dewan guru dan pihak BPBD, kemudian diajak keliling Alun-alun Pandeglang sampai berhenti di Pancaniti atau sebelah barat Alun-alun.

Tutor dari Petugas Pemadam Kebakaran BPBD Pandeglang, Wahyu mengatakan, perlu adanya pengetahuan tentang penanggulangan bencana diantaranya kebakaran, dalam simulasi ini disampaikan proses pemadaman kebakaran oleh Damkar BPBD, proses evakuasi dan paska bencana.

Setidaknya, kata Wahyu, materi kali ini untuk tindakan preventif atau pencegahan, yang mana serangkaian usaha yang dilakukan sebelum terjadinya kebakaran. Kemudian tindakan represif yaitu rangkaian tindakan pada saat kebakaran terjadi. Terakhir tindakan rehabilitasi yang mencakup tindakan setelah terjadinya kebakaran.

“Kami jelaskan kepada siswa-siswi TK meliputi tindakan Preventif, Reprefif dan Rehabilitasi atau Evaluasi,” ujarnya.

Disela-sela acara nampak sejumlah siswa TK riang gembira. Tidak seperti memberikan pengarahan kepada orang dewasa, seorang tutor bersikap seperti sedang mengasuh anak-anak mereka. Memaparkan materi dengan sikap kekanak-kanakan, sewaktu-waktu sambil bernyanyi-nyanyi.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment