Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane

Bulan Depan Ada Mutasi Petinggi Polri, Ini Bocorannya..

JAKARTA, BANPOS – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memperkirakan pada April dan Mei mendatang akan ada mutasi di jajaran petinggi Polri. Mutasi itu antara lain pada posisi kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) dan kepala Bareskrim Polri.

Menurutnya, untuk mutasi posisi Kabaintelkam Polri akan digelar pada April. Menurutnya, terdapat tiga kandidat kuat untuk posisi Kabaintelkam. Yakni Irjen Noer Ali (Kapolda Jateng), Irjen Anton Setiadi (Kapolda Jatim) dan Komjen Syafruddin (Kalemdikpol).

“Namun Polri sepertinya akan memilih Irjen Noer Ali menjadi Kabaintelkam yang baru,” katanya, Jumat (25/3/2016).

Sedangkan untuk mutasi posisi Kabareskrim akan digelar pada Mei yang akan datang. Dia menyebutkan, bahwa ada tiga kandidat kuat untuk menduduki posisi Kabareskrim, yakni Irjen Safaruddin (Kapolda Kaltim), Irjen Moechgiyarto (Kapolda Metro Jaya) dan Komjen Tito Karnavian (Kepala BNPT).

Neta S Pane mengaku mendapat informasi, bahwa Kapolda Sulsel Irjen Poedji Hartanto disebut-sebut akan digeser menjadi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Sedangkan posisi yang ditinggalkannya akan diserahkan kepada Irjen Anton Charlian (Kadiv Humas). Sementara posisi Kadiv Humas akan dijabat Brigjen Boy Rafly.

Untuk jabatan Kapolda Jateng yang ditinggalkan Irjen Noer Ali disebut-sebut akan dijabat Irjen Condro Kirono yang kini memimpin Korlantas Polri. Dia mengatakan, untuk mutasi Kabaintelkam pada April mendatang belum bisa dikaitkan dengan bakal calon Kapolri pengganti Jenderal Badroddin Haiti.

“Namun pada mutasi penggantian Kabareskrim pada Mei atau Juni mendatang baru bisa dipetakan seperti apa bursa calon Kapolri,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, Polri tetap menjaga soliditas dalam menjaring calon Kapolri. Dia juga meminta Presiden Joko Widodo yang punya hak prerogatif mengusulkan calon Kapolri ke DPR tetap mempertimbangkan soliditas Polri.

Saat ini, sambung dia, Polri dalam kondisi yang sangat solid setelah terlibat perang urat syaraf dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era kepemimpinan Abraham Samad.

“Untuk itu presiden dalam memilih calon Kapolri harus tetap memperhatikan mekanisme yang ada,” tukasnya. (BOY/JPNN)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment