a
Widget Image
perijinan perumahan, illustrasi perijinan

DPRD Tangsel Desak Pemkot Perketat Ijin Perumahan

SERPONG, BANPOS – Komisi I DPRD Tangsel mendesak Pemkot Tangsel untuk lebih memperketat penerbitan ijin pembangunan perumahan. Hal Ini dilakukan karena akhir-akhir ini banyak konflik yang terjadi antara pembeli dan pengembang, seperti yang terjadi di Perumahan Cendana Residence Ciputat.

Anggota Komisi I DPRD Tangsel Gacho Sunarso menjelaskan, selama ini yang menjadi konflik antara pembeli dan pengembang perumahan karena ijin yang diterbitkan tidak begitu jelas. Selain itu, sambung dia, banyak kewajiban pengembang perumahan yang tidak direalisasikan.

“Seluruh perlengkapan pembangunan sebelum rumah tersebut dibangun, jangan dikeluarkan ijinnya sebelum pembangunan dimulai,” tegasnya, Senin (14/3/2016).

Ia memaparkan, selama ini yang terjadi ialah sering kali pihak pengembang belum mengantongi dokumen perijinan tetapi sudah melakukan pembangunan.

Baca juga : Begini cara Pemkot Tangerang Perangi LGBT

“Yang ada sekarang inikan ijinnya belum selesai semua, tetapi pembangunannya sudah berjalan. Ini yang tidak sesuai dengan prosedur,” imbuhnya.

Ironisnya, ada oknum dari dinas terkait yang bermain dalam perijinan tersebut.

“Yang lebih menghawatirkan lagi itu ada oknum yang membackingin, ini yang harusnya sudah tidak ada lagi di Tangsel,” jelasnya.

Sebelumnya, sekitar 100 orang warga perumahan Cendana Residence Pamulang melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Pemkot Tangsel yang berada di Jalan Raya Maruga Ciputat, Kota Tangsel.

Dalam aksinya, mereka meminta kepada Pemkot Tangsel untuk menertibkan developer nakal yang dianggap telah membohongi warga Perumahan Cendana Residence.

Selama ini, warga Cendana Residence meminta agar pihak pengembang memberikan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang selama ini tidak disediakan kepada warga. Padahal, fasum dan fasos merupakan kewajiban dari pengembang perumahan. (DRA/BNN/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment