a
Widget Image
Ilustrasi

Ini Hukuman Bagi Pelaku Black Campaign Jelang Pilgub 2017

SERANG, BANPOS – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten pada 2017 mendatang persoalan Isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian diprediksi akan mulai bermunculan terutama di media sosial, oleh karenanya masyarakat dinilai perlu mengetahui bahwa Indonesia sebagai negara hukum memiliki aturan untuk menindak segala macam bentuk Isu SARA dan ujaran kebencian terutama di dunia maya.

Praktisi hukum pidana, Boy Gusman Nainggolan mengungkapkan segala bentuk tindak kejahatan di dunia maya terutama dalam bentuk isu SARA dapat dilaporkan kepada pihak kepolisian, dimana hal tersebut telah tertuang dalam Undang Undang nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 ayat 2.

“Disitu disebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk meninmbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan atau SARA,” Ujar Boy Gusman Nainggolan. Selasa (29/3/2016)

Dan apabila orang tersebut terbukti memenuhi unsur yang tertuang dalam pasal, Lanjut Boy itu maka dia dapat dikenakan pasal 45 ayat 2 dengan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Menurut pria yang pernah memfokuskan studynya di bidang Cybercrime atau kejahatan dunia maya tersebut menyayangkan apabila Isu SARA dan ujaran kebencian bermunculan menjelang Pilgub Banten 2017 mendatang, karena seharusnya pesta demokrasi tersebut digelar untuk sama sama membangun banten kearah yang lebih baik.

“Saya berharap segala bentuk Isu SARA dan ujaran kebencian yang dapat memprovoksi tindakan anarki tidak terjadi di Pilgub Banten 2017 mendatang,” Pungkasnya. (DIK/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment