a
Widget Image
Jasa Raharja

Klaim Jasa Raharja Meningkat 22 Persen

SERANG, BANPOS – Rekapitulasi pembayaran klaim PT Jasa Raharja ke korban kecelakaan sebesar Rp8,3 miliar pada Januari-Maret tahun 2016. Klaim tersebut mengalami peningkatan 22 persen pada periode yang sama, karena pada Januari-Maret tahun 2015 sebesar Rp6,7 miliar.

“Masyarakat sudah sadar akan manfaat dari Jasa Raharja, karena itu klaim asuranis mengalami peningkatan. Selain itu, kami juga menempatkan petugas pelayanan di RSUD dr Derajat Prawiranegara dan Polres Serang untuk mendata korban kecelakaan, serta giat menginformasikan ke Polisi bahwa ada korban kecelakaan di RS bersangkutan,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Banten, Ari Tjahyono pada Konferensi Pers di Kantor Jasa Raharja Banten, Selasa (22/3).

Ari mengatakan, selama ini Jasa Raharja fokus pada korban meninggal dunia (MD), pelayanan pun diselesaikan dalam tiga hari dari tanggal kecelakaan.

Sekarang, asuransi dasar pemerintah ini fokus meningkatkan pelayanan ke korban luka-luka. Bagi korban perawatan akan mendapat jaminan, walaupun korban belum bisa dipastikan kapan sembuhnya.

“Upaya ini membantu pihak RS mendapat kepastian dan percepatan pencairan klaim. Dalam waktu seminggu RS dapat melakukan penagihan ke Jasa Raharja,” jelasnya.

Selain itu, kata Ari, Jasa Raharja juga bekerjasama dengan BRI untuk pembayaran lewat autodebet. Pembayaran santunan juga dikirim lewat rekening BRI ke masing-masing korban atau ahli waris.

Jika korban belum memiliki rekening, pihak Jasa Raharja akan bantu buka di BRI. Jika sudah punya rekening, dana santunan akan kami transfer ke pihak yang pasti.

Terkait besaran santuan, Jasa Raharja memberikan korban kecelakaan darat dan laut dengan sifat cedera MD sebesar Rp25 juta, luka berat dan luka ringan maksimal Rp10 juta, cacat tetap maksimal Rp25 juta, perawatan maksimal Rp10 juta, serta pemakaman Rp2 juta bagi yang tidak punya ahli waris.

Sementara bagi korban kecelakaan udara dengan sifat cedera MD sebesar Rp50 juta, luka berat dan luka ringan maksimal Rp25 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta, perawatan maksimal Rp25 juta, serta pemakaman Rp2 juta bagi yang tidak punya ahli waris.

“Santunan tersebut didapat korban kecelakaan yang naik moda transportasi umum baik darat, laut maupun udara. Adapun iuran premi per orang jika naik bus Rp60, kereta api Rp120, kapal laut Rp200 hingga Rp2 ribu, dan pesawat Rp5 ribu,” tuturnya.

Menanggapi kenaikan iuran premi BPJS, Jasa Raharja tidak ikut menaikkan iuran tersebut. Sebab, besarnya iuran ditentukan dan merupakan kebijakan penuh Menteri Keuangan.

“Kenaikan premi tidak menjadi masalah, tapi santunan perlu ditinjau agar jumlahnya ditambah agar bermanfaat bagi ahli waris dan korban. Usulan tersebut sudah disampaikan Jasa Raharja ke OJK tahun 2015. Terlepas dari itu, kami gembira jika klaim asuransi mengalami penurunan karena korban kecelakaan juga menurun,” tanggapnya.

Berdasarkan data jumlah korban dan pembayaran santunan, total santunan tahun 2013 sebesar Rp39 miliar, tahun 2014 sebesar Rp35 miliar, dan tahun 2015 sebesar Rp34 miliar. (CR-03/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment