a
Widget Image
phk sepihak

Langgar UU Ketenagakerjaan, Mega Central Finance Didemo

CIBADAK, BANPOS – Untuk kesekian kalinya, puluhan orang yang tergabung di Aliansi Gerakan Masyarakat untuk Keadilan (AGMK) Lebak menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Mega Central Finance (MCF) Rangkasbitung yang berlokasi di jalan By Pass Soekarno – Hatta, Senin (7/3/2016).

Dalam aksinya, AGMK Lebak menuntut supaya pihak MCF Rangkasbitung memberikan hak salah seorang karyawannya yang telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusaan dibidang leasing tersebut.

“Kami minta MCF segera memenuhi tuntutan kami, untuk segera membayarkan pesangon sebanyak 3 bulan atau 4 bulan gaji kepada Antoni karena Antoni sudah bekerja 3 tahun menjelang 4 tahun masa kerja. Selain soal pesangon kami minta seluruh kewajiban perusahaan kepada Antoni segera dipenuhi antara lain soal pembayaran dana pensiun serta tunjangan lainnya dan mengembalikan ijazah milik Antoni,” ujar Mamik selaku Korlap aksi.

Mamik menjelaskan, PT MCF Rangkasbitung dalam memperkerjakan karyawan baik tenaga outsourching maupun karyawan tetap dinilai telah melanggar Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan.

Baca juga : Badut Lantas ‘Hiasi’ Operasi Simpatik Kalimaya

“Itu artinya seluruh karyawan kontrak, wajib menjadi karyawan tetap dan diberikan hak-haknya sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Disnakersos Lebak untuk segera turun tangan terkait persoalan ketenagakerjaan di MCF Rangkasbitung.

“Kalau Disnakersos Lebak tidak segera turun tangan, kami pun tidak segan-segan akan menduduki kantor Disnakersos sebelum pihak MCF menjalankan seluruh ketentuan perundang-undangan soal ketenagakerjaaan,” ujarnya. (ADE/EKY)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment