Rombongan Persit Kartika Chandra Pangdam III Siliwangi

Patung Suku Baduy Jadi Ajang Foto Selfi

RANGKASBITUNG, BANPOS – Tugu atau patung selamat datang dikawasan Baduy, tepatnya di terminal Ciboleger, Desa Kanekes, Kecamatan Pariwisata dijadikan ajang Foto selfi oleh rombongan Persit Kartika Chandra Pangdam III Siliwangi.

Umumnya alasan warga atau turis, baik itu turis lokal ataupun manca negara menjadikan tugu atau patung selamat datang tersebut digunakan atau dijadikan latar belakang sebagai photo-photo selfi oleh para turis atau tamu yang datang ke kawasan Baduy tersebut, selain untuk bukti bahwa telah datang ke kawasan Baduy, juga sebagai kenang-kenangan pribadi.

Sebab kawasan Baduy ini merupakan salah satu daerah yang ada di Kabupaten Lebak sebagai kawasan wisata Budaya, karena di kawasan Baduy ini terdapat ribuan warga suku Baduy luar dan dalam yang terkenal dengan budaya adat istiadat yang kini terus dipertahankan.

Ketika melakukan kunjungan kerja, Rabu (9/3) kemarin, rombongan yang didampingi oleh ketua Persit Kartika Chandra Kirana Anita Hadi Prasodjo yang merupakan istri Pangdam III/Siliwangi Mayjen Hadi Prasodjo tiba di Ciboleger tepat Pukul 11.30 WIB, disambut meriah oleh puluhan warga baduy baik luar ataupun dalam serta puluhan anak sekolah yang dengan semangat menyanyikan lagu Indonesia raya.

Ketika rombongan tersebut selesai melakukan kunjungan kerja rombongan Persit Kartika Chandra Kirana tersebut melakukan poto bersama (selfi) di tugu atau patung selamat datang di Ciboleger .

“Ya, buat kenang-kenangan dan menjadi salah satu bukti bahwa kami telah datang ke Baduy ,” Kata Anita.

Pemerintah Kabupaten Lebak, kata Anita harus bangga ketika memiliki salah satu icon yang sudah menjadi pembicaraan dikalangan nasional bahkan internasional. Hal itu dikatakan Anita Hadi Prasodjo ketika berkunjung ke Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar atau yang lebih dikenal dengan Baduy.

“Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui budaya baduy yang telah ramai diperbincangkan dan juga menghapuskan rasa penasaran terhadap baduy ini. Sebab banyak wisatawan bahkan orang-orang yang berada di pusat kota membicarakan tentang isitimewanya budaya baduy,” Ringkasnya. (YAT/RUL)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment