Pemkab Serang Bakal Batasi Jumlah Minimarket Waralaba

SERANG, BANPOS – Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kabupaten Serang akan membatasi peredaran waralaba. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari adanya keluhkan dari sejumlah pedagang tradisional atas menjamurnya minimarket waralaba.

Kabid Penanaman Modal pada BPTPM Kabupaten Serang, Hanafi mengatakan, meski penerbitan izin waralaba sudah diatur dalam Perda Nomor: 6 Tahun 2012 tentang Penataan Waralaba, Pusat Perbelanjaan, Toko Modern, dan Pasar Tradisional, tetapi pihaknya menilai ada beberapa poin yang harus direvisi.

“Dalam perda itu masih ada beberapa kelemahan, sehingga peredaran waralaba di Kabupaten Serang terus menjamur,” ujarnya.

Ia menuturkan, kelemahan yang terdapat pada Perda itu adalah pada Pasal 14. Disebutkan, jika jarak waralaba dan pasar tradisional minimal harus berjarak 500 meter. Aturan itu justru dimanfaatkan oleh pada investor untuk membangun waralaba. Pihaknya pun tidak bisa menolak, karena syarat itu sudah dipenuhi.

“Meski di daerah itu sudah ada banyak waralaba, namun ketika pemohon memenuhi syarat itu, maka kami wajib mengeluarkan izin. Kalaupun di sana sudah banyak waralaba, namun tetap dinas teknis harus mengeluarkan rekomendasi yang wajib juga kami tindak lanjuti dengan penerbitan izin. Itu lah yang terjadi, sehingga kini waralaba menjamur,” katanya.

Dengan kelemahan itu, kata dia, BPTPM akan mengajukan revisi terhadap Perbup selaku turunan Perda Nomor: 6 Tahun 2012. Dalam pengajuannya, ada aturan yang mengatur tentang jumlah maksimal waralaba dalam satu kecamatan.

“Idealnya itu satu kecamatan itu maksimal lima waralaba, sehingga meski sudah memenuhi syarat pasal 14, namun izin tidak akan diberikan. Kalau itu bisa diterapkan, saya yakin peredaran waralaba bisa ditekan dengan sendirinya. Untuk revisi, kita ajukan revisi Perbup saja, kami nilai sudah cukup karena teknisnya memang ada di Perbup,” ungkapnya.(DWA/MOR)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment