a
Widget Image
Miniatur KEK TL

Pengelola KEK Tanjunglesung Targetkan 6 Juta Pengunjung Pada Tahun 2019

PANDEGLANG, BANPOS – Kekayaan alam nomor empat adalah pariwisata setelah minyak, batubara dan pertambangan. Sedangkan Pandeglang memiliki potensi pariwisata Tanjunglesung yang akan menjadi primadona sekitar 10 tahun mendatang. Karena diketahui, kekayaan alam lain seperti minyak, batubara dan pertambangan adalah barang habis pakai.

Namun jika dikaitkan dengan kehidupan masyarakat, apalah arti sang primadona pariwisata Tanjunglesung yang indah nan potensial itu, jika masyarakat sekitar tidak menikmati potensi tersebut, karena masyarakat sekitar sebagai ujung tombak dan penentu kearifan lokal guna mewujudkan kretifitas, yang diharap bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Sedangkan, menakar kesiapan masyarakat dan pemerintah, dalam mewujudkan cita-cita untuk menciptakan kesejahteraan melalui pariwisata Tanjunglesung, diperkirakan akan tercapai ditahun 2019. Namun yakinkah akan tercapai dengan infrastruktur yang masih dikata tertinggal?

Pariwisata di Pandeglang memang dikembangkan, bahkan KEK Tanjunglesung memiliki target enam juta pengunjung pada tahun 2019. Lima juta pengunjung lokal dari nusantara, dan satu juta pengunjung dari mancanegara. Begitulah disampaikan direktur PT BWJ, Kunto Wijoyo sebagai pimpinan perusahaan pengelola KEK Tanjunglesung.

Namun apa yang bisa dikatakan dari realita infrastruktur di Pandeglang masih memprihatinkan. Tata kota yang semurawut belum bisa dikatakan bahwa Pandeglang sebagai kota pariwisata. Karena sesungguhnya pariwisata adalah pelayanan yang membuat orang nyaman saat berkunjung.

Saat ini ketika wisatawan datang ke Pandeglang, kesan semurawut menuju KEK Tanjunglesung sudah dirasa sebelum mereka tiba di lokasi. Nampak jalan rusak dan kumuhnya kota mulai dari pusat Kabupaten Pandeglang.

Intinya, potensi pariwisata di Pandeglang jangan lagi ditanya, kearifan lokal dan kaya alam membuat daerah yang akan menghadapi ulang tahun ke 142 pada 1 April 2016 ini disanjung oleh semua orang. Namun lagi-lagi, Pandeglang masih berkutat dalam masalah infrastruktur. Terutama sebagai kota wisata masih diakui belum bisa memberikan servis dan kenyamanan sebagaimana tempat wisata yang diharapkan.

Rencana pengembangan pariwisata di Pandeglang begitu ilmiyah, salah satunya tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pandeglang Tahun 2015-2025. Dalam dokumen ini terdapat banyak konsep dan seperangkat data potensi pariwisata.

Dalan regulasi tersebut juga terdapat peta perwilayahan destinasi kepariwisataan Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari wisata alam yang mencakup 17 tempat wisata pantai, 5 wisata air panas, 5 wisata air terjun, 5 wisata situ, 1 wisata taman nasional, 14 wisata pulau, 6 wisata gunung, 77 wisata budaya, 100 wisata religi, 8 wisata hasil buatan manusia, 9 wisata desa, 8 wisata kuliner, dan 1 agrowisata.

Cukup menjanjikan jika potensi wisata dapat dikelola dan dikembangkan sebagaimana rencana yang ilmiyah tersebut. Tentu tidak lagi terjadi wisatawan yang datang ke Pandeglang mengeluhkan keberadaan tempat wisata sebagaimana pengunjung harapkan.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment