Harga BBM Turun

Rencana Penurunan Harga BBM Awal April Makin Kuat

JAKARTA, BANPOS – Rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April mendatang makin menguat. Hal itu terlihat dari hasil rapat koordinasi PT Pertamina (Persero) bersama Menko Perekonomian.

“Insya Allah, kita harus menghitung lagi,” singkat Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (Kamis, 24/3).

Namun demikian, dia mengaku belum dapat menerangkan saat ditanya soal mekanisme penghitungan harga BBM. Selain juga masih harus dibahas dengan beberapa kementerian terkait.

“Kalau sudah fix, pasti akan kita beritahukan,” tegas Dwi.

Sebelumnya Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi tiga bulanan dalam memutuskan harga BBM. Penurunan itu juga melihat tren terus merosotnya harga minyak mentah dunia (ICP).

Terpisah, Ketua Pusat Kajian Ekopol Universitas Bung Karno Salamudin Daeng meminta pemerintah mempertimbangkan dengan baik rencana penurunan harga BBM. Mengingat, saat ini harga minyak dunia cenderung kembali mengalami kenaikan. Demikian juga dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang juga cenderung naik. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya ongkos produksi dan distribusi BBM di dalam negeri.

“Kondisi tersebut tidak akan menghindarkan pemerintah untuk kembali menaikkan harga BBM,” kata Salamudin Daeng di Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Menurutnya, harga BBM yang fluktuatif ibarat permainan yoyo yang dapat memicu gejolak ekonomi dan semakin membuat inflasi tidak terkendali. Sehingga pemerintah sebaiknya fokus menjaga stabilitas harga BBM dan bahan energi lainnya dalam rangka menjaga kelangsungan produksi, produktifitas dan perbaikan daya beli masyarakat.

“Bentuk stabilitas harga BBM itu sebagaimana yang dinikmati bangsa Indonesia sepanjang 30 tahun pemerintahan Soeharto,” ujar Salamuddin.

Dia menambahkan, dengan membiarkan harga BBM berfluktuasi sesuai harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang merupakan ciri sistem ekonomi pasar yang bertentangan dengan konstitusi UUD 1945.(WAH/RMOL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment