a
Widget Image
Ilustrasi

Soal UN Belum Didistribusikan

CIKEUSIK, BANPOS – Pelajar kelas XII akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 4-7 April 2016. Bahkan disejumlah daerah, naskah UN untuk sekolah yang menggunakan sistem Paper Based Tes (PBT) sudah mulai didistribusikan ke kabupaten dan kota oleh pemerintah tingkat provinsi.

Di Pandeglang, naskah soal akan didistribusikan oleh Pemprov Banten pada Sabtu (2/4/16), kemudian dilanjut dengan penjemputan naskah soal oleh masing-masing sekolah yang ditunjuk sebagai rayon, sebagaimana salah satu sekolah yaitu SMKN 5 Pandeglang di Kecamatan Cikeusik, menjadi salah satu sekolah yang akan menjemput naskah soal pada hari yang ditetapkan tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 5 Pandeglang, Ahmad Juwaeni sebagai penanggungjawab penjemputan soal bagi rayonnya, sudah mengetahui jika waktu pengambilan naskah soal adalah tanggal tersebut diatas. Sedangkan mekanisme pengambilan diantaranya yaitu harus dikawal oleh pihak kepolisian guna memastikan keamanan naskah soal.

“Hari Sabtu besok (2/4/16), saya akan mengambil naskah soal bersama anggota Polsek Cikeusik, sebagai rayon di wilayah Cikeusik, ada satu sekolah yang akan mengambil soal ke SMKN 5 Pandeglang. Namun bagi rayon yang lain tidak hanya satu sekolah, bahkan ada yang sampai tujuh sampai delapan sekolah. Disesuaikan dengan jarak sekolah masing-masing. Sedangkan bagi sekolah lain, akan mengambil naskah soal ke rayon yang ditentukan pada setiap pagi pukul 6.30 WIB,” kata Juwaeni, Senin (28/4).

Juwaeni melanjutkan, persiapan di sekolahnya untuk menyelenggarakan UN sudah final, indikatornya sudah melakukan persiapan dan pengarahan kepada siswa, begitupula secara administrasi, peserta di sekolahnya tidak ada masalah dan sudah diambil oleh petugas dari dinas pendidikan.

“Hanya soal saja yang belum, persiapan lainnya sudah dilaksanakan. Tidak ada masalah selain jarak yang jauh antara Cikeusik dengan pusat kota, selain itu paling jika ada kekeliruan yang bisa membuat repot. Missal ada kekurangan soal dalam anplop naskah soal, atau mungkin soal bahasa Inggir namun kafernya matematika. Nah kalau ada kendala seperti itu pasti kerepotan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah memberikan solusi dengan cara member jumlah cadangan naskah soal, 10 persen dari jumlah soal yang diambil oleh rayon penanggungjawab.

“Untuk antisipasi kerusakan, pemerintah memberika 10 persen soal cadangan, meskipun jumlah tersebut tidak bisa mengatasi jika ada kerusakan soal lebuh dari 10 persen. Solusi lain yaitu ujian susulan yang akan dilaksanakan pada 11-14 April 2016,” kata Juwaeni.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pandeglang, Kasmir membenarkan naskah soal UN akan tiba di Disdikbud Sabtu esok (2/4). Sedangkan rapat kordinasi dengan sejumlah pihak akan dilaksanakan Rabu (30/4) esok.

“Kami akan melakukan rapat kordinasi dengan kepolisian, kemenag dan termasuk dinas pendidikan untuk melakukan pembicaraan tentang verivikasi naskah soal dan pembicaraan teknis lainnya,” katanya.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment