Subaru Forester

Terbelit Kasus Pajak, Subaru Akan Kembali ke Indonesia dengan Membawa Forester

Jakarta, BANPOS – Setelah terbelit kasus perpajakan, operasional penjualan Subaru dikabarkan akan kembali normal pada kuartal kedua tahun ini. Subaru akan meluncurkan Forester.

Dalam siaran pers Subaru, Forester akan dijual di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia mulai kuartal kedua tahun ini melalui diler-diler yang dioperasikan oleh Tan Chong International.

SUV ini diproduksi oleh Subaru di Malaysia. Beberapa waktu lalu, Subaru memang sudah memperlihatkan produksi pertama Forester buatan Malaysia. Forester akan diperlihatkan pertama kali di ASEAN pada Bangkok International Motor Show pekan depan.

Subaru beberapa waktu lalu, terbelit kasus perpajakan/bea cukai yang membuat Subaru harus membayar denda Rp 1,5 triliun.

Sebelumnya, sumber di diler Subaru Jakarta mengatakan, kemungkinan besar pihaknya bisa berjualan lagi karena gugatan penolakan penyitaan aset yakni mobil-mobil Subaru dikabulkan oleh pengadilan. Dia menyebut, gugatan itu dikabulkan di pengadilan Jakarta Selatan, Malang, dan Batam.

Namun hal ini sempat dibantah oleh Ditjen Bea Cukai. Meski tiga dari enam gugatan penolakan penyitaan aset dikabulkan pengadilan negeri, namun bukan berarti Subaru Indonesia bakal bisa segera berjualan mobil lagi. Soalnya, kegiatan impor atau ekspornya masih dibekukan terkait belum dibayarkannya tagihan pajak impor senilai Rp 1,5 triliun tadi.

Sementara itu soal mobil Forester yang akan dijual merupakan model terbaru yang masih menggunakan sistem khas Subaru Symmetrical All-Wheel Drive.

“FHI (Fuji Heavy Industries, produsen Subaru-Red) akan tetap berupaya meningkatkan penjualan di pasar ASEAN yang berkembang, menawarkan konsumen dengan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan Peace of Mind’,” tulis Subaru. (RUL/NET)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment