a
Widget Image
sistem keuangan akrual

Waduh, Pemkab Pandeglang Anggap Audit Berbasis Akrual Masih Sulit

PANDEGLANG, BANPOS – Pelaporan keuangan berbasis akrual (accrual basis) masih dianggap sulit oleh Pemkab Pandeglang. Masalah sulitnya penerapan sistem akrual dikarenakan SDM yang dinilai belum maksimal, meski pemkab telah berupaya melakukan pembinaan dan pelatihan guna meningkatkan SDM yang kompeten.

Kabid Akuntansi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Pandeglang, Agus Iwan Rohyat mengatakan, saat ini pemkab tengah melakukan pengumpulan data dari SKPD untuk melengkapi laporan keuangan daerah, sementara tantangan bagi DPKA yaitu mengoprasikan sistem basis akrual, sebagaimana telah diawali oleh Pemkab Pandeglang pada tahun 2015.

“Kita sudah pengalaman menggunakan sistem akrual, namun saat ini masih menjadi tantangan. Namun saya rasa hal ini dirasakan oleh pemerintah daerah seluruh Indonesia, karena tahun ini kali pertama bagi pemerintah daerah. Memang ada sejumlah pemkab yang mengawali menggunakan sistem ini sejak 2015, kalau di Banten Pandeglang dan Kota Tangerang,” katanya.

Namun prinsipnya, kata Agus, tetap pemerintah mesti menyajikan laporan yang informatif bagi auditor. Dia mengatakan telah maksimal mengupayakan agar laporan bisa sesuai dengan standar dalam penyajiannya.

“Kira-kira 5 persen lagi laporan selesai, tinggal menunggu beberapa data dari SKPD,” katanya.

Diketahui, basis akrual adalah penyandingan pendapatan dan biaya pada periode disaat terjadinya, bukan pencatatan pada saat pendapatan tersebut diterima ataupun biaya tersebut dibayarkan (cash basis). Akuntansi berbasis akrual selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, juga mencatat jumlah hutang dan piutang.(CR-1)

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment