a
Widget Image
kasus siyono, densus 88

Aneh! Sidang Etik Anggota Densus 88 Terkait Kematian Siyono Berjalan Tertutup

JAKARTA, BANPOS – Mabes Polri menggelar sidang etik dan disiplin terhadap anggota Densus 88 Anti Teror terkait dengan kematian terduga teroris Siyono.

Sidang itu menyusul temuan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dari otopsi terhadap jenazah almarhum. Hasil otopsi mereka membantah semua pernyataan kepolisian terkait penyebab kematian warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten itu.

Hari ini, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan menyatakan, sidang etik digelar tertutup di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta.

“Sidang digelar tertutup. Ini pertimbangan majelis hakim,” ujarnya, Selasa (19/4/2016).

Ia menjelaskan, sidang digelar tertutup dengan pertimbangan untuk keselamatan anggota Densus 88. Dia tidak menyebut identitas serta jumlah anggota Densus yang menjalani sidang etik.

Polri mengklaim, kematian Siyono terjadi karena berkelahi dengan petugas saat diminta untuk menunjukkan lokasi persembunyian penyimpanan senjata.

Dari hasil otopsi yang dilakukan sembilan dokter Muhammadiyah dan satu dokter dari Polda Jawa Tengah, terungkap bahwa ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuh Siyono. Almarhum dipastikan wafat akibat luka dalam di bagian rongga dada, patah tulang di dalam dada yaitu lima tulang di sebelah rongga dada kiri hingga menusuk ke jantung.

Hasil otopsi Muhammadiyah juga menepis kabar yang menyatakan jenazah Siyono telah diotopsi sebelumnya. Namun, fakta yang terungkap, jenazah Siyono belum pernah diotopsi. Otopsi yang dilakukan oleh pihak dokter Muhammadiyah adalah otopsi pertama. (ALD/RMOL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment