a
Widget Image
penerimaan polisi

Animo Masyarakat Jadi Polisi Rendah

PANDEGLANG, BANPOS – Animo atau keinginan masyarakat Pandeglang untuk menjadi polisi terbilang rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar yang sudah memenuhi persyaratan administrasi maupun fisik. Tercatat, hanya ada 33 pendaftar yang bisa dinyatakan lolos seleksi awal masuk korps Bhayangkara, selebihnya belum menempuh kekurangan persyaratan administrasi.

Sekedar diketahui, Polres Pandeglang membuka pendaftaran sejak 7 April hingga 30 April 2016. Polres hanya menerima pendaftaran untuk peminat yang ingin masuk dalam kategori Tamtama dan Bintara. Dari dua kategori itu, pendaftar Tamtama tercatat hanya ada 5 orang yang telah memenuhi persyaratan administrasi maupun fisik. Sedangkan, 118 pendaftar lainnya, masih belum memenuhi persyaratan.

“Padahal, bagi kelas XII SMA diperbolehkan untuk melakukan pendaftaran Tamtama. Jadi sebetulnya penerimaan inti dibuka dengan seluas-luasnya. Namun peminat hanya ada 123, sedangkan yang dinyatakan cukup secara administrasi baru 33 orang. Jumlah itu bisa bertambah,” ungkap Iptu Subagiyono selaku panitia pendaftaran, Rabu (20/4/2016).

Ia menjelaskan, dari peminat sebanyak itu, rata-rata terganjal tinggi badan dan nilai raport rendah. Sehingga, tidak bisa melanjutkan proses pendaftarannya. Namun sebagian bermasalah secara administrasi, misal kesalahan penulisan dalam administrasi domisili atau kurang lampiran administrasi kependudukan.

“Ya, administrasi tidak bisa ditawar, harus lengkap. Jika ada kekukrangan akan kami anjurkan untuk mngurus kembali sampai sebelum waktu pendaftaran berakhir. Terkecuali persyaratan fisik yang mutlak harus mencapai 165, dan jika pendaftar tidak memenuhi itu setelah diukur kembali di Polres, maka otomatis tidak bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebab rendahnya masyarakat menjadi anggota polri.Padahal, di Pandeglang ada 12.676 siswa kelas XII tingkat SMA sederajat. Kendati demikian, dia mengaku, bahwa Polres Pandeglang sudah melakukan sosialisasi dengan baik, terlebih informasi bisa diakses melalui internet.

“Brosur sudah disebarkan, terlebih bisa diakses melalui internet melalui website: http://www.penerimaan.polri.go.id,” imbuhnya.

Terpisah, Yanto seorang warga Kampung Kanyere, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi mengaku memiliki cita-cita untuk menjadi polisi. Namun, dirinya enggan untuk mendaftar karena terkendala biaya. Dia menyatakan, bahwa paradigma dimasyarakat mengenai rumor mahalnya menjadi polisi masih sangat melekat.

“Bukannya jadi polisi itu mahal, orang tua saya juga kalau dipinta dukungan supaya saya bisa jadi polisi, mikirnya langsung ke biaya aja. Katanya bisa mencapai ratusan juta. Padahal jadi polisi cita-cita saya sejak dulu,” kata remaja yang sudah lulus SMA sejak tahun 2015 lalu. (CR-1/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment