a
Widget Image

Banyak Dikeluhkan Warga, DPRD Kota Serang Awasi RSIA Garcia

SERANG, BANPOS – Komisi IV DPRD Kota Serang melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Garcia di Lingkungan Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya komisi mengajak unsur Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Serang, pejabat kecamatan serta kelurahan setempat. Ujang Syafrudirman, pimpinan rombongan mengungkapkan, pengawasan ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat yang mempertanyakan legalitas dan perizinan rumah sakit yang sebelumnya hanya berupa klinik kesehatan.

“Hal lainnya yang ingin juga kami peroleh penjelasan dari pihak manajemen rumah sakit itu adalah pengelolaan limbah yang selama ini dihasilkan,” jelas Ujang Syafrudirman, kemarin.

Ujang menambahkan, keprihatinan lain yang disoroti Komisi IV yakni soal minimnya CSR yang diberikan pihak rumah sakit kepada warga sekitar. Akibatnya, masyarakat mengeluhkan persoalan tersebut, terlebih lagi, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan RSIA tersebut juga sangat minim. “CSR yang dari rumah sakit ini sangat minim. Juga soal pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja di bidang medis maupun non medis. Makanya banyak warga yang mengeluh,” katanya.

Sementara Kepala BLHD Kota Serang, Syafrudin menerangkan, proses pengelolaan limbah di rumah sakit itu sudah sesuai aturan. Baik soal UKL, UPL maupun IPAL-nya. Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan sehingga keluhan masyarajat sekitar dapat segera ditindaklanjuti. “Kalau soal perizinan dan pengelolaan limbah, sudah bagus. Mungkin soal CSR-nya yang kurang baik,” katanya.

Di tempat yang sama, Hans L Tobing, manajemen RSIA Gracia menyampaikan, pada 2005 rumah sakit itu berupa klinik dan pada 2017 berubah menjadi RSIA Gracia. Ia juga memaparkan, pengelolaan limbah di RSIA menggunakan IPAL dengan sistem biologi (aerasi) kimia yang dipihakketigakan kepada PT Pusaka Alam.

“Izin yang kami kantongi saat pendirian klinik tersebut adalah izin untuk pendirian rumah sakit. Sedangkan dalam pengelolaan limbah, RSIA Garcia menggunakan IPAL dengan sistem biologi (aerasi) kimia yang kami kerjasamakan dengan PT Pusaka Alam,” lanjut Hans.(NED/MOR)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment