rumah tak layak huni

Belasan Tahun Tak Nikmati Listrik, Janda Dan 3 Anaknya Tinggal Bersama Ayam

KALANGANYAR, BANPOS – Pesatnya pembangunan yang diteriakkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi, ternyata masih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Salah satu masyarakat yang hingga kini belum merasakan kehadiran pemerintah adalah Ani (46), warga Kampung Rangkong, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Lebak. Sudah 15 tahun rumahnya belum tersentuh aliran listrik dan nyaris roboh. Padahal, rumah janda dengan 3 anak ini jaraknya hanya 1 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Lebak.

“Sudah 15 tahun pak disini, ngga ada listrik kalau disini, pemukiman warga yang lainnya juga jauh jadi bener-bener kayak ditengah hutan,” tuturnya kepada BANPOS, Jumat (4/1/2016).

Selama ini, untuk keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) saja, dia beserta ke 3 Anaknya, yakni Titin (13), Ujang (10) dan Madsai kerap menggunakan kamar mandi milik tetangganya yang jaraknya cukup jauh, sekitar 500 meter dari kediamannya, itupun dia harus merogoh kocek hingga belasan ribu tiap bulannya.

Baca juga : Pemkab Lebak Diminta Evaluasi Dana Simpan Pinjam PNPM

“Untuk mandi ataupun buang air kecil, numpang ke rumah orang lain biasanya bayar Rp15 ribu perbulan,” katanya.

Kediaman Ani pun sudah tidak lagi layak huni, sebab beberapa tiang penyangganya sudah lagi tidak terpasang, terlebih genting dan dinding yang terbuat dari rajutan bambu (Bilik-red) sudah tidak lagi terpasang.

“Ya kalau hujan bocor semuanya, tinggal disini bersama 3 anak dan satu rumah bersama hewan peliharaan berupa 2 ekor ayam, sebab tidak ada lagi tempat,” urainya.

Ani menceritakan, rumah yang dihuninya berdiri diatas tanah milik Eman yang merupakan majikannya dimana dia bekerja sebagai buruh cuci.

“Tanah milik pak Eman dipinjemin pak, saya kerja dirumah pak Eman sebagai buruh cuci,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Aweh, Hatobi membenarkan, jika salah satu warganya luput dari perhatian pemerintah daerah. Padahal, dia sudah beberapa kali mengajukan bantuan, namun tidak kunjung terealisasi.

“Listrik aja tidak ada, padahal sudah 4 kali mengajukan perbaikan atau bantuan kepada dinas terkait. Namun hingga saat ini belum juga ada realisasi,”paparnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa segera turun tangan untuk membantu masyarakat kecil.

“Kasian lah, yang seperti ini perlu perhatian pemerintah daerah jangan dibiarkan begitu saja,” pungkasnya. (YAT/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment