a
Widget Image
PNS

Belum Diangkat, Honorer K1 Rapatkan Barisan

SERANG, BANPOS – Lebih dari 300 Honorer K1 ternyata belum diangkat menjadi CPNS hingga saat ini. Untuk itu, mereka melakukan konsolidasi di Aula Beppeda Banten, Rabu (6/4).

Para honorer sepakat akan bertemu dan berdialog dengan KemenPAN-RB dan Gubernur Banten, Rano Karno, untuk membahas nasib mereka.

Koordinator Honorer K1, Endang Suherman dalam penjelasan di hadapan ratusan rekannya mengatakan, seluruh honorer sudah berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, dan akan tetap memperjuangkan nasibnya agar diangkat menjadi pegawai negeri.

“Kami adalah Honorer K1 yang diangkat tanpa harus test, dimana diatur dalam PP 48 tahun 2005 Jo 56 tahun 2012,” kata Endang.

Endang melihat ada peluang atau kesempatan ratusan Honorer K1 tersebut akan diangkat menjadi pegawai negeri.

“Peluang kita sangat besar sekali, terbukti Pak Sekda sudah membuat surat ke Menpan-RB dengan tembusan BKN. Legal standing kita jelas, kita memiliki payung hukum, Menpan-RB akan menyelesaikan K1, Pak Gubernur siap bertemu Menpan-Rb, BKD selesaikan validasi data,” ungkapnya.

Saat ini yang harus dilakukan oleh ratusan Honorer K1, lanjut Endang adalah tetap menjaga kekompakan dan soliditas, tanpa harus bermain sendiri-sendiri apalagi mengunakan cara-cara yang tidak elegan.

“Yang harus kita lakukan mantapkan keyakinan bahwa kita masih punya harapan atau semangat. Rapatkan barisan kuatkan forum, berikan dukungan penuh agar forum konsisten melaksanakan program kerja. Target jangka pendek, tidak ada lain adalah mempercepat pertemuan dengan Bapak Gubernur dengan MenPANRB,” katanya.

Sementara itu, Budi Dharma salah satu mantan honorer yang hadir dalam konsolidasi Honorer K1 itu mengaku, kedatangannya sebagai bentuk kepedulian.

“Saya dulu juga honorer, dan sekarang sudah menjadi pegawai negeri. Jadi saya merasa simpati dan peduli. Dan informasi dari Pak Gubernur, beliau siap akan bertemu dan berkomunikasi dengan Pak MenPAN-RB. Jadwalnya masih dikordinasikan antara protokol (kementerian) dengan Pak Sekda (Ranta Soeharta, red),” terangnya.(RUS/IGO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment