Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

Busyet! Transaksi Narkoba di Indonesia Capai Rp63 Triliun

SERANG, BANPOS – Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Indonesia sangat memprihatinkan. Nilai transaksinya pun sangat fantastis, yakni mancapai angka Rp63 triliun atau setara dengan delapan kali lipat APBD Banten 2016.

Hal ini diungkapkan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dalam deklarasi Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kota Serang.

“Uang rakyat yang digunakan untuk belanja narkoba itu mencapai Rp63 triliun. Bayangkan ibu-ibu, Rp63 triliun itu nolnya ada berapa. Itu kalau kita pakai bangun madrasah, pesantren, rumah sakit se-Banten, hebat enggak?. Tapi kalau dipakai belanja narkoba, rusak enggak orangnya?,” katanya, beberapa waktu lalu.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Umum Muslimat NU ini menjelaskan, bahwa penyalahgunaan dan peredaran Narkoba tidak bisa dianggap remeh, karena berbagai cara dapat dilakukan pengedar narkoba untuk dapat menyebarkan barang haram tersebut. Selain itu, siapaun bisa terjebak dalam penyalahgunaan Narkoba, baik kalangan institusi pemerintahan, masyarakat, TNI atau bahkan Polri.

“Jangan beranggapan instansi saya enggak mungkin. Sekarang tidak bisa seperti itu. Instansi TNI ada, polisi ada, guru ada juga. Bahkan wakil rektor, DPRD, kampus apalagi. Kiyai juga ada,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya akan berupaya untuk meminimalisir peredaran barang haram itu, salah satunya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat melalui Laskar Anti Narkoba Muslimat NU. Dalam kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan hukuman berat kepada para pengedar Narkoba.

“Kalau perlu pengedar narkoba di hukum mati, kita akan dukung,” pungkasnya. (DIK/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment