a
Widget Image
Ilustrasi

Diduga Dukun Santet, Ratusan Warga Sangiang Tanjung Usir Anah

KALANGANYAR, BANPOS – Sekitar 233 Masyarakat dari Desa Sangiang Tanjung RT 01/02/03 RW 03, mendatangi kediaman keluarga Anah (90) yang diduga menjadi dukun Santet di desa tersebut.

Sayangnya sebelum warga ini sampai ke rumah Anah, mereka dihalangi dan dilarang petugas Babinza dan petugas kepolisian dari Polsek Kota Rangkasbitung.

Infofmasi yang dihimpun, kejadian ini bermula ketika Warga Desa tersebut mulai resah dengan keberadaan keluarga yang diduga dukun Santet tersebut.

Pasalnya belum lama ini banyak kejadian aneh yang menimpa warga setempat setelah ada permasalahan dengan keluarga tersebut.

Heri (36) salah satu warga Kampung Rancagarut, Desa Sangiang tanjung, Kecamatan Kalanganyar yang juga keluarga korban mengaku awalnya ada kejadian aneh yang menimpa ayahanda Heri (36) yakni Toyani (56) sekitar satu minggu lalu, mulai dari muntah darah, sakit dikepala hingga perut membuncit setelah ada permasalahan dan cekcok dengan keluarga Anah.

“Sakit secara mendadak, saya bawa kerumah sakit namun hasil dokter tidak menunjukan penyakit apapun sehingga harus dibawa pulang lagi, tidak berselang lama ayah meninggal dunia,”kata Heri ditemani warga lainnya yang mengancam akan mendatangi kediaman terduga Dukun santet, Senin (25/4)

Menurutnya, tidak lama ada kejadian lagi yang menimpa warga sekitar dan kejadiannya sama. Bermula dari situ warga berbondong-bondong mengumpulkan tanda tangan dan mengancam akan mengusir paksa keluarga Anah.

“Kami hanya ingin mereka pergi dari desa ini hanya itu saja,” Katanya.

Sementara itu, Keluarga Anah (90) terduga dukun Santet diamankan pihak kepolisian Polsek Kota Rangkasbitung . Hal itu dilakukan guna mengamankan keluarga dari amukan masa.

“Melihat masa yang luar biasa banyaknya, khawatir akan bertindak anarkis, pihak kepolisian bersama dengan staff desa mendatangi keluarga untuk sementara diungsikan dulu ke Polres Lebak, sebab masyarakat menuntut ingin keluarga Anah hari ini juga pergi dari desa,”kata Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung, IPTU Malik Abraham, Senin (25/4)

Menurutnya, untuk kepastian lebih lanjut, pihaknya perlu mempelajari lebih jauh mengenai masalah ini. Saat ini yang ada di pikiran pihak kepolisian agar keluarga terduga tidak menjadi amukan masa.

“Saat ini Anah (90) orang tua dari Sabiah (60), Arti (55), Dani dan Musni. Tidak ada maksud lain, hanya untuk mengamankan keluarga dari amukan masa yang saat ini memang benar menggebu-gebu,” katanya.

Sementara Sekdes Desa Sangiang Tanjung, Hasanudin mengatakan pada intinya desa akan terus berupaya menghimbau kepada masyarakat agar tidak anarkis sebab belum ada bukti yang jelas.

“Kita tunggu hasil dari pihak kepolisian dan rumah terduga untuk sementara akan dipastikan aman, terlepas terbukti atau tidak desa hanya bisa sekedar memberi saran kepada masyarakat agar tidak anarkis saja,” Katanya.(ADE)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment