a
Widget Image
Ilustrasi

Dinsosnaker: Tahun Ini, Sebanyak 125 TKI Asal Pandeglang Kerja ke Luar Negeri

PANDEGLANG, BANPOS – Per-Bulan Januari sampai Maret 2016, angka TKI asal Pandeglang yang kerja di luar negeri sebanyak 125 orang. Alasan para TKI untuk Mencari nafkah di luar negeri karena sulit mencari pekerjaan di daerah, sedangkan peluang kerja di luar negeri dikatakan lebih banyak.

Asal mengantongi persyaratan yang ditentukan, dan para TKI bisa meminta jasa pihak ketiga untuk memediasi mendapatkan pekerjaan di luar negeri.

Seperti yang dikatakan Masturoh (47), TKI asal Pandeglang yang tengah bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di London, Inggris mengatakan, faktor utama dirinya menjadi TKI adalah mencari uang untuk biayai anak-anaknya sekolah sampai perguruan tinggi.

Namun bagi dia, uang bukan segalanya. Ada faktor lain yang menggerakan dia menjadi TKI di Inggris, yaitu kenyamanan bekerja dengan gaji sebanding dengan, keringat yang dikeluarkan.

“Berbeda jika tinggal di daerah, paling garap sawah dan bertani, sedangkan jika tak punya lahan garapan, terpaksa jadi buruh dengan imbalan Rp40.000 per hari,” kata Masturoh melalui pesan di FB.

Ia yang juga sebelumnya pernah bekerja di Arab Saudi, merasa terakomodir sebagai orang yang membutuhkan pekerjaan, kala bisa dimediasi oleh perusahaan ketenagakerjaan untuk asing.

Sementara Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dinsosnaker Pandeglang, Doto Sunardi mengatakan, tercatat dalam data Dinsosnaker ada sebanyak 125 tenaga kerja Pandeglang di luar negeri, sementar tahun 2015 lalu sejulah 395, yang terdiri dari pekerja formal dan non formal.

“Data selama 2016 belum direkap, bulatnya sebanyak 125. Sedangkan data tahun 2016 sebanyak 395 pekerja formal dan non formal,” katanya.

Kemudian jika dibandingkan, data 2015 menunjukan, pekerja non formal lebih banyak ketimbang formal.

“Ada 287 pekerja non formal, artinya pekerja ini bekerja ditempat bukan formal seperti pembantu rumah tangga dan tukang lainnya. Sedangkan formal sebanyak 108, artinya jumlah itu lah yang bekerja di perkantoran dan perusahaan formal seperti berbadan hukum,” ujarnya.

Sedangkan bekerja ke luar negeri adalah hak warga negara yang dipersilahkan, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan. Hal itu guna meminimalisir resiko TKI menghadapi kendala administrasi maupun non administtasi.

“Sah-sah saja siapapun asal memenuhi syarat saja. Misal diketahui kepala desa asal dia tinggal, ada surat ijin dari suami bagi yang sudah berkeluarga, keaehatan dan administrasi lainnya yang menunjukan TKI sebagai tenaga kerja yang legal,” katanya.(CR-1/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment