pajak air permukaan, dppkd banten

DPPKD Banten Bidik Potensi Pajak Air Permukaan di Pandeglang

PANDGELANG, BANPOS – DPPKD Banten UPT Pandeglang terus berupaya meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Air Permukaan. Tahun lalu, ada 13 Wajib Pajak (WP) Air Permukaan yang aktif memberikan kontribusi PAD.

Kasi Pelaksana Pendapatan Lain-Lain UPT Pandeglang DPPKD Banten, Adi Wijaya Kusuma memaparkan, PAD daerah sektor pajak air permukaan tahun lalu sebesar Rp256 juta atau melebihi dari target Rp180 juta. Sementara untuk target PAD pajak air permukaan sedikit lebih besar yakni Rp259 juta.

“Kami gencar melakukan pendataan pengguna air permukaan di Pandeglang. Hingga saat ini baru 13 wajib pajak yang aktif membayar pajak air permukaan dan kami juga mencatat ada 14 potensi Wajib Pajak Air Permukaan yang belum masuk sebagai PAD,” ungkapnya, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, salah satu kendala tidak optimalnya PAD dari sektor Pajak Air Permukaan karena baru empat WP yang sudah menggunakan water meter. Sedangkan sembilan WP lainnya masih menggunakan sistem plat atau perkiraan.

Baca juga : Diam-diam Kejari Pandeglang Pantau Isu Monopoli Proyek

“Padahal, jika semuanya sudah menggunakan water meter, maka potensi pajaknya bisa di atas Rp500 juta per tahun. Empat WP yang sudah menggunakan water mater adalah PDAM Pandeglang, PT Sinar Sosro, PT Krakatau Sumtirta dan Wahada Dharma Persada,” urainya.

Sementara untuk 14 potensi WP Air Permukaan diantaranya, tiga lokasi pemandian air panas di kawasan Cisolong, wisata pemandian DM Tirta, Mandalawangi, pemandian Citaman dan pemandian alam situs Batu Go’ong di Kecamatan Pulosari. (ARI/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment