a
Widget Image
Demonstran Tolak Tambang pasir

DPRD Banten Berjanji Temui Demonstran Jumat Depan

SERANG, BANPOS – Perwakilan DPRD Provinsi Banten berjanji akan melakukan audiensi bersama perwakilan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Banten, di depan puluhan demonstran didepan gedung DPRD Banten, yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (13/4/2016).

Unjuk rasa yang dilakukan Persatuan Rakyat Banten yaitu gabungan dari front Kebangkitan petani dan nelayan, forum aksi mahasiswa tangerang dan dewan pimpinan kampus serikat mahasiswa gerakan indonesia, berhasil membuat perwakilan DPRD untuk menemui mereka. namun tidak sesuai dengan harapan demonstran, tidak ada satupun anggota dewan yang hadir dari sejumlah pria yang mendatangi para demonstran.

Kepala sub bagian Protokol DPRD, Ibud Syaibudi yang datang untuk menenangkan para demonstran tersebut mengungkapkan permintaan maafnya karena tidak dapat menghadirkan Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah maupun anggota komisi IV DPRD didepan para pengunjuk rasa karena seluruh anggota dewan sedang tidak berada di tempat.

“Pak ketua sedang ada pertemuan di Kemendagri sehingga beliau tidak bisa datang, sedangkan anggota komisi IV sedang ada kegiatan di garut, mereka menyampaikan salam dan meminta maaf kepada kawan kawan semua,” Ujar Ibud di depan puluhan pengunjuk rasa.

Berita Terkait: Persatuan Rakyat Banten, Tolak Tambang Pasir Utara Banten

Tidak begitu saja diam, para pengunjuk rasa meminta ketegasan dari DPRD Banten agar tidak ada lagi aktifitas pertambangan pasir laut di utara banten. menanggapi permintaan tersebut Ibud yang telah berkomunikasi dengan dengan Ketua DPRD mengungkapkan bahwa DPRD siap menggelar audiensi dengan para pengunjuk rasa pada jumat pekan depan.

“Kita sudah berkomunikasi dengan beliau, jumat depan kita bisa bertemu dengan teman-teman semua, dan kita juga akan mengundang pihak terkait yang berhubungan dengan ini (aktifitas pertambangan pasir laut utara banten),” Pungkas.

Seperti diketahui Pulhan pengunjuk rasa Persatuan Rakyat Banten menggelar aksi unjuk rasa menolak segala aktifita pertambangan pasir laut di utara banten yang telah berlangsung selama 12 tahun, dan dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat di kawasan pesisir utara Banten. (DIK/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment