a
Widget Image
ilustrasi pasar tradisional

Duh! Pembangunan Pasar Sindangresmi Diprediksi Sulit Terwujud

SINDANGRESMI, BANPOS – Tahun 2013 silam, Pemkab Pandeglang sempat mencanangkan pembangunan pasar di Kecamatan Sindangresmi. Beberapa upaya pun ditempuh untuk merealisasikan wacana tersebut, mulai dari menggelar musyawarah antara Kepala Desa, Camat dan beberapa instansi terkait perizinan hingga dampak lingkungan.

Namun, entah karena alasan apa, tiba-tiba wacana pembangunan Pasar Sindangresmi perlahan menguap dan tidak jelas kelanjutannnya.

Kades Campakawarna, Awang mengatakan, jika infrastruktur jalan di Sindangresmi sudah sukup bagus. Menurutnya, wacana Pasar Sindangresmi layak untuk direalisasikan, karena sedikitnya ada empat desa yang jauh dari pasar.

“Dulu ada kabar mau dibangun pasar, tapi tidak ada tindaklanjut, sekarang jalan udah bagus, layak kalau ada pasar untuk memudahkan masyarakat meningkatkan ekonomi. Masyarakat sini (Sindangresmi, red) kalau mau masar datangnya ke Picung, sekitar satu jam,” katanya, Selasa (26/4/2016).

Sementara itu, Camat Sindangresmi, Basyar membenarkan, bahwa pada tahun 2013 sempat diwacanakan akan dibangun pasar tradisional di Sindangresmi. Namun, saat itu kondisi jalan menuju Sindangresmi rusak berat, sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun pasar.

“Tapi sekarang juga direncanakan, memang memerlukan waktu panjang. Mulai kesepahaman dengan semua kepala desa juga harus dimusyawarahkan, karena jika jadi ada pasar, maka akan dibangun di Desa Campakawarna, sebagai istilahnya Ibu Kota Kecamatan Sindangresmi,” terangnya.

Terpisah, Kepala Diskoperindagpas Pandeglang, Olis Solihin menjelaskan, ada banyak hal yang harus ditempuh dalam melaksanakan pembangunan pasar, sebagaimana diatur dalam Permendagri Perdagangan Nomor: 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Pasar Modern.

“Aturan juga selektif, setidaknya harus ada embrionya di lokasi yang diajukan daerah untuk pembangunan pasar. Misal, sudah ada tiga sampai sepuluh orang yang berjualan di lokasi tersebut,”urainya.

Ia mengungkapkan, jika Pasar Sindangresmi dipaksakan untuk dibangun, dikhawatirkan tidak ada masyarakat yang akan mengisi stan atau kios di pasar tersebut.

“Nanti akan diperiksa oleh sejumlah instansi pemerintah mengenai tata ruangnya oleh dinas cipta karya, rekayasa rute jalan oleh Dishub dan pembangunannya bisa oleh Bina Marga, sedangkan perijinannya BPPT. Berbeda dengan dulu, Disperindag bisa mengeluarkan SITU SIUP, namun saat ini soal perijinan semua ditangani BPPT,” tukasnya. (CR-1/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment