a
Widget Image
Ilustrasi

Gawat!!! Indonesia Jadi Negara Pengakses Situs Porno Tertinggi di Dunia

JAKARTA, BANPOS – Kemajuan teknologi membuat semua kalangan bisa mengaksesnya. Ironisnya, kemajuan itu hanya dimanfaatkan untuk mengakses situs porno.

Hal itu dikemukakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Susana Yembise. Menurutnya, setiap hari 25 ribu anak Indonesia telah mengakses tanyangan porno.

Angka ini dikemukakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Susana Yembise yang mendapatkan data dari unit kejahatan cyber Mabes Polri. Jumlah tersebut separuh dari jumlah rata-rata dunia, 50 ribu.

”Menurut data unit kejahatan cyber Mabes Polri ada 25 ribu anak yang menonton pornografi per hari. Ini bagian kemajuan teknologi hingga anak-anak bisa akses situs pornografi. Kami harus concern tentang itu,” ujar Yohana kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), dilansir Selasa (26/4).

Angka demikian, imbuhnya, menunjukkan Indonesia termasuk dalam pengakses situs pornografi yang tinggi di dunia. ”Kalau 365 hari berapa jumlahnya yang menonton? Indonesia bisa masuk dalam daftar yang paling tinggi di dunia,” tegas dia.

Persoalan ini harus cepat diatasi. Untuk anak-anak memerlukan peran orangtua untuk menanggulangi masalah ini.

Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan anak-anak bisa menjadi pelaku kejahatan seksual. Anak-anak harus diselamatkan karena mereka nanti yang akan menyelamatkan negara ini.

”Oleh karena itu, upaya pencegahan terhadap akses anak-anak ke konten pornografi akan menjadi salah satu prioritas nasional,” papar Yohana.

Dia mengaku akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kementerian terkait. Terhadap kondisi tingginya akses tayangan pornografi oleh anak-anak, diperlukan peran keluarga dan sekolah untuk melakukan pendampingan.

”Sebenarnya ini adalah tanggung jawab Kementerian Agama, tetapi kami akan berkolaborasi termasuk dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar dia.

Dia mengharapkan anak-anak harus hadir menjadi perubahan dan harus diminimalisasi kebiasaan buruk seperti itu. Hal seperti itu akan sangat merusak, bisa suatu saat mereka menjadi predator, pelaku pelecehan seksual pada anak-anak.

”Itu bisa saja terjadi. Karena itu, anak-anak harus diselamatkan karena merekalah yang nanti akan menyelamatkan negara ini,” terangnya.

Dia juga menyebut, selain masalah pornografi, bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak Indonesia.

Permasalahannya, sejumlah kasus kekerasan yang dialami anak justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat.

”Di dalam keluarga dan sekolah masih ada kekerasan terhadap anak. Di sekolah masih ada guru yang mencabuli siswa, di keluarga ada keluarga dekat yang mencabuli, dan itu terjadi dimana-mana,” ucap Yohana. (NET/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment