a
Widget Image
gmni pandeglang

GMNI Pandeglang Serukan Perlindungan Marhaenis Perempuan

PANDEGLANG, BANPOS – Memperingati Hari Kartini 21 April, mahasiswi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Pandeglang menggelar simpatik turun ke jalan. Dalam aksinya, mereka menyerukan perlindungan terhadap kaum marhaenis perempuan.

Pantauan BANPOS, sejumlah kader perempuan GMNI Pandeglang membagikan bunga sebagai bentuk kecintaan terhadap pekerja wanita. Bunga tersebut dibagikan di tempat keramaian seperti pasar, gedung pemerintahan dan sejumlah ruang publik lainnya.

Ketua DPC GMNI Pandeglang, Deonk Notoneghoro mengatakan, pihaknya meminta Bupati Pandeglang, Irna Narulita bersama-sama mendukung gerakan perlindungan terhadap kaum perempuan.

“Para Sarinah (kader perempuan GMNI, red) menemui sosok perempuan luar biasa, banyak wanita tua masih bekerja mencari rizki, keringat mereka patut dihargai untuk diperjuangkan agar hidup layak. Terlebih kami berupaya komunikasi dengan Bu Irna (Bupati, red) untuk bersama-sama memperjuangkan sosok wanita tangguh itu,” katanya, disela-sela aksi simpatik.

Ia menjelaskan, aksi tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melihat kenyataan perempuan, khususnya yang aktif bekerja. Dengan demikian, bisa mendorong kepedulian masyarakat terhadap perempuan.

“Kartini mencontohkan kepada perempuan menjadi sosok yang kuat, sosok yang memiliki keberanian untuk berubah. Bahkan, bukan hanya melakukan perubahan secara pribadi, tapi merubah keadaan terpuruk secara universal,” imbuhnya.

Terpisah, Jamah (70) petani perempuan adal Kecamatan Sindangresmi menuturkan, perempuan yang bertani nyaris hanya bekerja agar bisa bertahan hidup. Diusia senja, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai petani, karena pekerjaan tersebut satu-satunya sumber rejeki untuk bertahan hidup sehari-hari.

“Meskipun punya anak banyak, tapi mereka punya tanggung jawab sama keluarganya masing-masing. Saya mah tidak mau kalau merepotkan anak, yang penting hidup sehat dan masih bisa ke sawah walau hanya bisa mengerjakan pekerjaan tani sebisanya, lain-lainnya buruh yang mengerjakan,” urainya. (CR-1/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment